Pebisnis Sukses, Indonesia Sejahtera di KPP Pratama Batu

Yonana M Habsari, pemilik Andrea Baby Carrier sekaligus Pendiri Komunitas Indonesian Babywearer, sedang menyampaikan materi

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur (Jatim) Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyebutkan, setidaknya ada empat kendala yang secara umum dihadapi oleh UMKM. Kendala-kendala tersebut meliputi pembiayaan, teknologi dan inovasi produk, inefisiensi, serta riset pasar.

Khusus untuk yang disebut terakhir, sepertinya banyak orang yang belum menganggapnya sebagai sesuatu yang penting. Setidaknya jika dibandingkan dengan ketiga kendala lainnya. Padahal, riset pasar yang memadai mutlak diperlukan. Terutama berkaitan dengan model promosi, peluang pasar, pesaing, barang substitusi dan komplementer atas produk-produk pengusaha muda, selera konsumen, tren pasar, dan faktor-faktor eksternal lainnya. Tanpa dukungan riset pasar, para pelaku usaha akan kesulitan mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasar.

Kesulitan lain yang dialami oleh para pelaku UMKM adalah minimnya pengetahuan dan kompetensi kewirausahaan; kurang menguasai teknologi, manajemen, informasi dan pasar; juga kurangnya tenaga pendamping lapangan. Alasan-alasan semacam itu yang kemudian mendorong Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batu (KPP Pratama Batu) membuat program “Pebisnis Sukses, Indonesia Sejahtera”, kegiatan bulanan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM. Maret kemarin. Kegiatan ini sudah masuk kali keempat dan rencananya akan diadakan selama satu tahun penuh, atau dua belas kali terhitung sejak Desember 2016 lalu.

Tema dalam setiap pertemuan selalu berbeda-beda. Pada pertemuan pertama, acara mengambil tema “Pengenalan Produk”, pertemuan kedua adalah tentang “Strategi Harga”, sedangkan “Membuat Jualan Laris dan Banyak” menjadi tema pertemuan ketiga dan pada pertemuan keempat yang diadakan pada 22 Maret 2017 mengambil tema “Bisnis Naik dan Melesat Hebat”.

Agar relevan, kegiatan ini melibatkan narasumber yang berasal dari kalangan profesional. Yonana M Habsari, pemilik Andrea Baby Carrier sekaligus Pendiri Komunitas Indonesian Babywearer, menjadi salah satu yang dipercaya menjadi narasumber. Di tempat lain, kegiatan semacam ini kebanyakan diisi oleh pemateri dari kalangan birokrat yang belum tentu mempunyai kompetensi yang cukup untuk membicarakan dunia usaha. Kegiatan yang berhasil menarik minat para pesertanya ini, tidak memungut biaya satu rupiah pun juga. Bahkan, selain mendapat handout materi, peserta juga dijamu dengan beraneka makanan ringan dan juga tersedia doorprize.

Lalu pertanyaannya, untuk apa KPP Pratama Batu repot-repot membuat acara seperti ini? Dengan mindset yang baik mengenai pajak, kedepannya, para pelaku usaha diharapkan akan lebih aktif memenuhi kewajiban perpajakannya. Begitu juga jika penghasilan mareka naik karena kegiatan ini, harapannya adalah jumlah penerimaan pajak juga akan terkerek naik. Tentu harapan semacam ini bukanlah hal yang instan dan butuh waktu yang lama. Namun, siapa pun yang bersetia pada niat baik, kemudahan akan selalu disiapkan oleh Tuhan. Insya Allah dan jangan pernah berhenti berjuang untuk negeri, untuk mencintai negara ini. (*My)