Panglima Kodam II/Sriwijaya Buktikan Cinta Tanah Air Melalui Amnesti Pajak

Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Sudirman, membuktikan pernyataannya dalam Sosialisasi Amnesti Pajak yang digelar di Kodam II/Sriwijaya September lalu dengan mengikuti program Amnesti Pajak. Bertempat di Kodam II/Sriwijaya, Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Sudirman menyerahkan Surat Pernyataan Harta (SPH) kepada Plt. Kepala Bidang P2Humas, Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung, Muhammad Dahlan Saleh, sebagai perwujudan rasa cinta tanah air. Ditemui di ruang kerjanya, Mayjen TNI Sudirman menjelaskan bahwa Amnesti Pajak ini penting untuk diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan mengikuti Amnesti Pajak, kita akan merasa aman, tidak perlu was-was lagi karena semua kesalahan atau kekeliruan pengisian laporan pajak dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan selama tahun 2015 ke bawah dihapuskan. “Ikut Amnesti Pajak ini, saya memperoleh rasa aman, tidak was-was lagi. Saya menghimbau kepada seluruh anggota TNI di lingkungan Kodam II/Sriwijaya untuk mengikuti langkah saya berpartisipasi dalam program Amnesti Pajak”, ujar Mayjen TNI Sudirman.

Amnesti Pajak sebagai program nasional merupakan upaya pemerintah dalam rangka mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan harta sekaligus meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan. Bagi Wajib Pajak yang mengikuti amnesti pajak tentu akan mendapatkan berbagai fasilitas, salah satunya penghapusan pajak terutang dan sanksi administrasi.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Bidang P2Humas, Muhammad Dahlan Saleh, mengatakan Amnesti Pajak ini muncul karena ada krisis ekonomi dunia sejak 2008-2009, semua negara di dunia perlu modal yang tidak sedikit, satu-satunya jalan untuk memperkuat adalah dengan membiayai modal dari kita sendiri. “Saya berharap dengan contoh sangat baik yang dilakukan oleh Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Sudirman dapat diikuti oleh seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia dan masyarakat lainnya”, ujar Dahlan. Sejak dahulu bangsa kita adalah bangsa gotong-royong, bukan individualis. Bangsa kita juga adalah bangsa yang rakyatnya bahu-membahu saling membantu, bukan saling selfish. Yang mampu membantu yang tidak mampu, yang berlebihan membantu yang berkekurangan. Untuk itu bantulah negeri ini menjadi negeri yang mandiri, dengan membayar pajak dengan benar dan melaporkannya dengan begitu kita bisa menjadi pahlawan untuk negeri kita sendiri.