Pajak Bertutur, Antusiasme Siswa-Siswi SMP Providentia

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada hari Jumat (11/08) melaksanakan acara Pajak Bertutur secara serentak di sekolah-sekolah dari tingkat SD sampai dengan SMA dan Perguruan Tinggi seluruh Indonesia. Acara yang diikuti oleh sekitar 120 ribuan siswa dan mahasiswa seluruh Indonesia ini diselenggarakan sesuai Amanat dan Nota Kesepahaman dengan Kemendikbud dan Kemenristekdikti.

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua berkesempatan mengunjungi sekolah SMP Providentia yang dipimpin oleh Heri Nandang Firmansyah mewakili Kepala KPP Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua. Kedatangan tim sosialisasi Pajak Bertutur dari KPP disambut secara langsung oleh Kepala Sekolah SMP Providentia. Dia menyampaikan rasa terima kasihnya atas kedatangan tim dari KPP Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua untuk memberikan edukasi pajak kepada siswa-siswi SMP Providentia, khususnya kelas 9. Siswa-siswi itu diberikan edukasi tentang perlunya kepedulian untuk memahami pentingnya pajak di Indonesia. Karena pajak menyumbang 75% dari seluruh penerimaan Negara atau APBN yang digunakan untuk membiayai pembangunan. 20% dari APBN tersebut digunakan untuk membiayai sektor pendidikan.

Peranan Pajak masih banyak belum diketahui oleh masyarakat, harapan yang muncul seiring kegiatan pajak bertutur ini adalah agar manfaat pajak dapat diketahui secara dini bagi generasi penerus bangsa. Banyak hal positif yang nantinya akan didapatkan dari kegiatan pajak bertutur karena kegiatan ini bisa menjadi jalan pembuka bagi para pelajar khususnya untuk mendapatkan pengetahuan dan kesadaran di bidang perpajakan.

Pemaparan materi tentang Pajak Bertutur disampaikan oleh Hendy Prihambudi dan Afit Nanda Satriya dari KPP Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua. Siswa-Siswi SMP Providentia diberikan pemahaman tentang pengertian pajak, manfaat pajak, orang-orang yang tidak berkontribusi dalam pembayaran pajak yang dianalogikan dengan free rider. Mereka juga diberikan pemahaman agar sebagai generasi muda, mereka tidak merusak fasilitas umum yang dibiayai dari pajak.

Siswa-siswi tersebut diajak untuk memahami pengertian pajak secara sederhana dan dengan cara yang mudah dipahami siswa- siswi setingkat kelas 9. Pada saat sesi tanya-jawab, ketika ditanyakan tentang pengertian pajak, ada beberapa orang siswa dan siswa yang maju ke depan untuk menjawab pertanyaan. Salah satu siswa bernama Vincent menjawab bahwa pajak adalah uang yang dibayarkan oleh masyarakat yang telah mempunyai penghasilan untuk membuat prasarana dan sarana untuk membuat Indonesia lebih maju. Siswi bernama Marcella menjawab bahwa pajak adalah dana yang bersifat memaksa atau wajib untuk dibayar oleh masyarakat untuk membuat Indonesia lebih baik.

Dari manfaat pajak, siswa siswi diajak untuk beranalogi tentang Study Tour, bahwa untuk merancang kegiatan Study Tour diperlukan perencanaan agar kegiatan dapat terlaksana. Dari Perencanaan tersebut diperlukan biaya. Biaya tersebutlah yang dianalogikan sebagai pajak. Pajak yang dapat digunakan untuk membiayai sarana dan prasarana (jembatan, jalan, bandara,pelabuhan dll), membiayai pendidikan, kesehatan dll. Pada saat diberikan paparan tentang apa itu free rider atau orang-orang yang tidak berkontribusi dalam pembayaran pajak, para siswa pun diajak untuk beranalogi dengan perahu yang dinaiki 10 orang ke Paris tetapi yang mendayung hanya 2 orang. Dari analogi tersebut sangat jelas bahwa perahu tidak akan mungkin dapat melaju dengan optimal jika hanya 2 orang saja yang berkontribusi. Diperlukan peran serta 10 orang untuk mendayung perahu agar sampai tujuan. Begitu juga dengan pajak, diperlukan peran serta seluruh masyarakat untuk membangun negeri ini dengan membayar pajak.

Sesi terakhir para siswa diminta untuk merawat dan menjaga fasilitas umum serta tidak melakukan perusakan atau vandalisme karena fasilitas umum tersebut bermanfaat bagi masyarakat dan dana yang dipakai untuk pembangunan dan perbaikan berasal pajak. Dari seluruh rangkaian acara, terlihat bahwa siswa-siswa SMP Providentia sangat antusias dalam mengikuti seluruh sesi yang diberikan oleh tim KPP Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua. Mulai sesi pemberian materi dari awal sampai akhir, sesi tanya-jawab dimana mereka diminta untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh pemateri. Bagi yang bisa menjawab diberikan hadiah berupa cokelat. Dari kegiatan Pajak Bertutur ini disadari edukasi tentang pajak sangat penting diberikan sejak dini dari bangku sekolah. Diharapkan para siswa menyadari bahwa pajak sangat penting untuk pembangunan negara Indonesia. Sehingga dapat menciptakan generasi yang sadar pajak