Senin, 15 April 2013 - 17:15

Meski tidak ada perubahan peraturan dalam pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Badan, KP2KP Masamba dan KPP Pratama Palopo tetap menggelar sosialisasi tata cara pengisian SPT Tahunan untuk Tahun Pajak 2012. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 11 April 2013 di Hotel Remaja, Masamba.

Kepala KP2KP Masamba, Mustadir, dalam sambutan pembukaan kegiatan sosialisasi mengharapkan agar kegiatan ini dapat lebih meningkatkan pemahaman para Wajib Pajak (Badan Usaha) dalam mengisi dan melaporkan SPT Tahunannya. Pemahaman ini sangat penting mengingat sistem  “self assessment” yang dianut dalam pengitungan dan pelaporan Pajak Penghasilan.

Sosialisasi yang dipandu oleh beberapa pejabat fungsional pemeriksa KPP Pratama Palopo  lebih difokuskan pada simulasi pengisian SPT dan diskusi elemen-elemen laporan keuangan yang kerap menjadi temuan pemeriksa pajak.

“Dengan self assessment, Wajib Pajak diberikan kepercayaan untuk menghitung, memperhitungkan, membayar dan melaporkan kewajiban perpajakannya dalam SPT. Jika terdapat aturan yang belum dipahami, tentu akan akan menyulitkan Wajib Pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakan,” ungkap Mustadir. 

"SPT Tahunan PPh Badan merupakan bagian yang  terpisahkan dari SPT Masa Pasal 21, Pasal 23 dan SPT Masa PPN, sehingga Wajib Pajak perlu memperhatikan equalisasi antara SPT tersebut. Tentunya elemen-elemen yang tertuang dalam Laporan Keuangan harus sinkron dengan laporan SPT Masa. Dan yang paling penting adalah elemen tersebut mempunyai bukti pendukung, baik arus barang ataupun arus kas", tuntasnya.

Pentingnya sosialisasi untuk para pengurus perusahaan/organisasi, sebagai Wajib Pajak Badan diantaranya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan target kepatuhan penyampaian SPT Tahunan PPh Badan untuk tahun pajak 2012, disamping mendorong Wajib Pajak Badan Usaha untuk melaporkan SPT sejak awal sebelum jatuh tempo penyampaian SPT Tahunan PPh Badan pada akhir April 2013. Kedua, agar korporasi dipandang sebagai entitas usaha yang berpotensi besar dalam penerimaan pajak negara (PPh) yang dikenakan pajak pada tingkat laba usaha, memerlukan perhitungan yang cukup rumit, karena diperlukan basis pemahaman akuntansi fiskal, yaitu pemahaman dari tahap laporan keuangan (Neraca dan Laba Rugi komersial) yang harus dilakukan rekonsiliasi/koreksi fiskal menurut peraturan Pajak Penghasilan. Laporan keuangan fiskal ini merupakan kelengkapan formal yang wajib dilampirkan dalam pelaporan SPT Tahunan PPh Badan.

 

Selanjutnya diberikan pula materi simulasi perhitungan dan tata cara pengisian SPT Tahunan PPh Badan oleh para pemateri. Dengan demikian, Wajib Pajak menyadasi bahwa pemberian materi PPh Badan secara komprehensif ini ditujukan agar Wajib Pajak Badan menguasai tata cara pengisian SPT Tahunan dengan benar, jelas, dan lengkap. Dan dimungkinkan Wajib Pajak dapat melakukan pembetulan SPT apabila pada waktu sebelumnya sudah melaporkan SPT Tahunan PPh Badan, tetapi masih melakukan kesalahan dalam pengisiannya.

Dengan kegiatan penyuluhan perpajakan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan perpajakan bagi semua badan usaha, keinginan untuk patuh bagi Wajib Pajak baru, dan membangun kesadaran membayar dan melaporkan kewajiban pajak bagi semua Wajib Pajak Badan tanpa terkecuali.