KP2KP Bintuni Sisir Potensi Usaha Hiburan Malam di Bintuni

Lucky Tandung Mangende memberikan penjelasan kepada pelaku usaha sektor hiburan malam

Usaha hiburan malam mulai bermunculan di sudut sudut kota distrik Bintuni. Dari pemantauan lapangan beberapa bahkan terlihat ramai dikunjungi pelanggan. Namun jenis usaha ini sering luput dari pengawasan kantor pajak. Padahal potensi pajak dari sektor usaha hiburan malam cukup besar.

Menyadari hal tersebut, KP2KP Bintuni bergerak cepat menyisir sektor usaha hiburan ini. Diawali hari jumat (8/9) pada minggu kedua bulan September KP2KP mengunjungi satu persatu seluruh pelaku usaha hiburan malam di seluruh wilayah distrik Bintuni. Salah satu distrik terbesar di kabupaten Bintuni. Mengerahkan personel penyuluh Lucky tandung mangende, KP2KP berhasil menjaring 12 pelaku usaha hiburan malam yang kebanyakan belum ber-NPWP dan seluruhnya belum pernah membayar PPh PP 46. Hanya 3 pelaku usaha saja yang sudah memiliki NPWP.

Dalam penyisiran KP2KP Bintuni juga memberikan penyuluhan langsung kepada wajib pajak mengenai kewajiban perpajakan yaitu ber-NPWP dan membayar Pajak Penghasilan UKM (PPh PP 46). "Ada kewajiban pajak 1% atas semua omzet kotor setiap bulan." Jelas Lucky. Kebanyakan dari mereka belum mengetahui adanya kewajiban perpajakan tersebut.

Setelah diberikan penyuluhan langsung, para pelaku usaha hiburan malam mengaku siap berkontribusi untuk membayar pajak penghasilan PP 46 secara rutin. Dan bagi pelaku usaha yang belum memilki NPWP akan langsung didaftarkan untuk mendapatkan kartu NPWP.

KP2KP Bintuni juga berharap bahwa penyisiran sektor usaha hiburan malam mampu menggerakkan pelaku usaha ini membayar pajak secara bersama sama.