Kopi Pagi bersama Pengusaha Kayu Bintuni

Kopi pagi bersama pengusaha kayu bintuni

Pada 19 Agustus 2017, KP2KP Bintuni mengadakan acara "Kopi Pagi bersama UKM Pengusaha Kayu", yaitu acara diskusi santai perpajakan bersama UKM pengusaha kayu se-kota kabupaten Teluk Bintuni, Propinsi Papua Barat. Acara yang diselenggarakan di Manggrove Cafe ini adalah bagian dari rangkaian penyuluhan sektoral yang dilakukan KP2KP Bintuni. Sebelumnya, selama 3 minggu, KP2KP Bintuni melakukan penyisiran khusus pengusaha kayu. Dari kegiatan tersebut KP2KP berhasil menjaring 50 pengusaha kayu yang hampir seluruhnya belum membayar PPh PP46 bahkan ada beberapa belum ber-NPWP.

Selama penyisiran, KP2KP juga melakukan penyuluhan door to door sekaligus memetakan Wajib Pajak. Pemetaan ini mengurutkan Wajib Pajak sesuai kapasitas bisnisnya. Sehingga dalam penyuluhan, Wajib Pajak akan dianjurkan membayar pajak sesuai kapasitas bisnisnya. Wajib Pajak yang besar harus membayar pajak lebih besar.

Dalam acara diskusi perpajakan yang dibuka oleh Plh.Sekda Kabupaten Bintuni, Gustav Manuputty, tersebut, Kepala KP2KP, Oky Cahya Kurniawan, menyampaikan pentingnya peran pengusaha kayu untuk membayar pajak. "Pengusaha kayu harus ikut membayar pajak secara bersama sama karena semangat dari pajak adalah gotong royong", ujar Oky dalam sambutannya.

Diskusi perpajakan juga diisi dengan penyampaian materi PPh PP 46 yang dibawakan oleh pelaksana KP2KP, Lucky Patandung Mangende. Di sesi diskusi dan tanya jawab, Wajib Pajak mengeluhkan adanya pengusaha kayu illegal yang tidak memiliki izin dan tidak membayar pajak. Menanggapi masalah itu kepala KP2KP berjanji akan berkordinasi kepada Pemerintah Daerah agar pengusaha kayu illegal ditertibkan. "Tetapi kami mengharapkan agar pengusaha kayu yang hadir untuk tetap membayar PPh PP46 tanpa terpengaruh adanya pengusaha illegal", tegasnya lagi.