Kanwil DJP Wajib Pajak Besar Bangun Kesadaran Pajak Generasi Termuda

Tax Awareness bukan istilah baru dalam bidang perpajakan. Sosialisasi perpajakan sebagai salah satu faktor pendukungnya pun kian tahun kian meningkat. Namun, tingkat kepatuhan masih belum melewati 70%. Ada yang masih kurang dalam benang merah ini. Tax awareness atau kesadaran pajak sudah seharusnya digelontorkan ke setiap lapisan masyarakat termasuk generasi muda Indonesia.

Gerakan Sadar Pajak Nasional merupakan bagian dari program inklusi perpajakan yang sudah dimulai sejak tahun 2014 lalu. Nota Kesepahaman (MoU) sudah ditandatangani DJP dengan Kemendikbud dan Kemenristekdikti. Tahun 2016, Kemenristekdikti menerbitkan paket pembelajaran Mata Kuliah Wajib Umum ke Perguruan Tinggi atau sederajat yang di dalamnya ada pemahaman tentang pajak yang bakal diajarkan secara berulang.

Tahun 2017 ini pajak diharapkan masuk kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Kick-off nya adalah Kegiatan Pajak Bertutur yang dilaksanakan serentak 1 hari pada tanggal 11 Agustus 2017, seluruh kantor pajak di Indonesia menurunkan tim ke sekolah-sekolah mulai SD sampai Perguruan Tinggi dengan tujuan mewujudkan Generasi Emas Indonesia Sadar Pajak. Untuk mensukseskan program ini, tidak tanggung-tanggung, Kanwil DJP Wajib Pajak Besar beserta seluruh KPP Wajib Pajak Besarnya akan menggelar kegiatan Pajak bertutur di beberapa sekolah dasar di kota Ende, Nusa Tenggara Timur dan juga Universitas Flores (UniFlor). Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Mekar Satria Utama, mengatakan bahwa kegiatan Pajak Bertutur ini harus bisa dilaksanakan secara masif dan merata bahkan sampai ke pelosok-pelosok Indonesia dan menstimulasi kesadaran Pajak sejak dini, seperti yang dilakukan di berbagai negara maju.

Dalam kesempatan lain, Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Aris Handono menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan Pajak Bertutur ini akan disiapkan secara matang, termasuk melibatkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang akan menyapa anak-anak di kota Ende yang sedang mengikuti kegiatan Pajak Bertutur secara Live dengan Video Conference.

Masuknya pajak ke dalam kurikulum pendidikan adalah keniscayaan. Dengan semakin mengenal peran pajak dalam struktur APBN, diharapkan terbitnya kesadaran pajak yang tidak dipaksakan dan pada saatnya nanti, tidak akan ada lagi pertanyaan: "Untuk apa bayar pajak?"