Kanwil DJP Jakarta Khusus Sosialisasikan Alur Penyelesaian Sengketa Pajak

Kanwil Khusus Adakan Sosialisasikan Alur Penyelesaian Sengketa Pajak (oleh Yudi Setiawan)

Selama dua hari, Senin (4/9) dan Selasa (5/9), Kanwil DJP Jakarta Khusus (Kanwil Khusus) mengundang perwakilan dari 135 wajib pajak Badan terpilih yang terdaftar di lingkungannya untuk mengikuti sosialisasi Proses Pemeriksaan dan Penanganan Keberatan Pajak yang diadakan di Aula Gedung A Kantor Pusat DJP.

Pemilihan materi sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kegiatan pemeriksaan dan penanganan keberatan di Kanwil Khusus, dimana terdapat ratusan pemeriksaan rutin dan khusus serta lebih dari 10.700 penanganan keberatan dan non keberatan WP yang ditangani oleh Pemeriksa Pajak dan Penelaah Keberatan. Dengan banyaknya kasus sengketa pajak yang dihadapi Kanwil Khusus, diharapkan acara sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman WP terkait alur penyelesaian sengketa pajak sehingga dalam proses penyelesaiannya, tidak terjadi kesalahpaham dan salah tafsir terkait peraturan-peraturan yang mendasarinya. 

Budi Christiadi, Kepala Bidang P2Humas Kanwil Khusus dalam sambutannya di hari pertama pelaksanaan sosialisasi mengatakan, acara ini sangat penting karena dibutuhkan adanya pemahaman yang sama antara WP dan Petugas Pajak dalam hal penyelesaian permasalahan sengketa pajak, mulai dari proses pemeriksaan sebagai hulu dari penyelesaian sengketa, sampai pada bagian hilir terkait penanganan pengajuan keberatan WP. Budi dalam sambutannya menambahkan, khusus acara ini dirinya sengaja menunjuk pembicara dari Kanwil Khusus sendiri yaitu Kepala Seksi Administrasi dan Bimbingan Pemeriksaan, Suhendra dan Kepala Seksi Evaluasi Keberatan dan Banding, Sirmu, dikarenakan mereka dianggap lebih memahami permasalahan yang dihadapi dalam proses penyelesaian sengketa pajak yang dialami oleh WP-WP Kanwil Khusus.

Selama dua hari pelaksanaan sosialisasi, tampak adanya antusiasme yang tinggi dari WP untuk mengikuti kegiatan tersebut. Lebih dari 80% WP yang terdapat pada daftar undangan hadir dalam acara tersebut. Bahkan, terdapat permintaan dari WP-WP yang tidak diundang agar dapat diperbolehkan menghadiri kegiatan sosialisasi tersebut. Kesuksesan pelaksanaan kegiatan sosialisasi di Jakarta ini, diharapkan akan terulang di Bandung yang akan dilaksanakan pada 12 dan 13 September mendatang. (yse/*)