Senin, 6 Agustus 2012 - 16:28
internalisasi nilai-nilai kementerian keuangan diagendakan tiap triwulan

Hidup bukanlah tentang bangun pagi dan semuanya indah. Namun tentang berada dalam permasalahan dan menyelesaikannya. Jadi, berharaplah dan raihlah!

Begitulah kira-kira tema program internalisasi nilai-nilai Kementerian Keuangan triwulan II KPP Pratama Surabaya Rungkut, tema ini merupakan kelanjutan dari program internalisasi nilai-nilai Kementerian Keuangan triwulan sebelumnya yang bertema Menanam Aksi Menuai Prestasi. Tema yang diusung tentu bukan tanpa maksud dan tujuan, dengan tema ini diharapkan seluruh pegawai KPP Pratama Surabaya Rungkut dapat tetap terjaga untuk selalu berusaha meraih harapan dari apa yang telah dilakukan melalui kinerja yang ditanam sejak awal tahun.

Pancaran sinar harapan dan semangat untuk meraihnya terpancar dari seluruh pegawai KPP Pratama Surabaya, ini terlihat dari dresscode kuning yang dikenakan dan raut muka optimisme mereka. Acara yang dikemas santai ini dipandu oleh MC kondang Mbak Amor dan Cak Ghofar, diselenggarakan pada hari Jumat tanggal 13 Juli 2012 di Ruang Penyuluhan Lantai 8 Kanwil DJP Jawa Timur I, acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan berdoa bersama serta sarapan bareng seluruh pegawai KPP Pratama Surabaya Rungkut.

Sesi selanjutnya adalah sosialisasi terkait Indikator Perilaku Nilai-nilai Kementerian Keuangan yang disampaikan oleh Bangun Nur Cahya Kurniawan selaku tim Internalisasi, Indikator Perilaku yang disampaikan merupakan indikator perilaku masing-masing nilai sebagai penjabaran dari kaidah perilaku utama. Indikator Perilaku tersebut hasil pembahasan dari tim internalisasi yang merupakan turunan (cascade) dari indikator perilaku untuk Kepala Kantor. Dalam kesempatan tersebut disosialisasikan indikator perilaku untuk kepala seksi, Account Representative, pejabat fungsional pemeriksa pajak, petugas pelayanan dan petugas lainnya.

Acara ini juga diselipi dengan Evaluasi Regristasi PKP yang disampaikan oleh Hermansjah Indradjaja, Kepala Seksi Waskon I. Puncak dari acara ini adalah pemberian penghargaan kinerja pegawai. Pemberian penghargaan kinerja pegawai ini merupakan program rutin yang digagas sejak kepemimpinan Bapak Erry S. Dipawinangun di KPP Pratama Surabaya Rungkut. Terpilih penghargaan kinerja pegawai di triwulan II ini antara lain pelaksana terbaik seksi pelayanan : Suratmi, seksi PDI : Firstison Lisundono, Seksi Penagihan : Indra Yulianto, Subbagian Umum : Bramantyo, pada kesempatan ini terpilih juga Hidayati Fawazah sebagai AR dengan himbauan terbanyak, Primastuti Aridaniarti sebagai AR dengan penerimaan tertinggi, Luqi Dian Ikromi sebagai Fungsional Pemeriksa dengan penyelesaian  SP3 terbanyak dan Prabowo sebagai fungsional pemerika dengan penerimaan tertinggi. Sedangkan Pegawai Teladan KPP Pratama Surabaya Rungkut untuk triwulan II ini terpilih Dwi Ardhaianto sekaligus sebagai pelaksana terbaik seksi ekstensifikasi

Seluruh acara tersebut sejalan dengan program Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak melalui S-145 tentang Petunjuk Umum Penggunaan Anggaran Internalisasi Corporate Value (ICV) dan In House Traning (IHT) Tahun 2012, yang mana KPP Pratama Surabaya Rungkut telah mengagendakan sejumlah program diantaranya yang dilakukan selama triwulan sekali dengan agenda melakukan sosialisasi tatap muka kepada pegawai terkait Indikator Perilaku Nilai-nilai Kementerian Keuangan serta program penunjang yaitu program penghargaan kinerja pegawai selain yang ditentukan oleh Kantor Pusat DJP.

Tujuan penyelenggaraan acara ini tentu untuk meraih tujuan dari Internalisasi Corporate Value itu sendiri yaitu mendukung pencapaian sasaran strategis Sumber Daya Manusia DJP yaitu menciptakan pegawai dengan integritas dan budaya yang kuat, menerjemahkan kaidah-kaidah perilaku utama dalam kegiatan sehari-hari sehingga mempermudah implementasi nilai-nilai tersebut serta pengukuran hasil-hasilnya.

Semoga semua apa yang kita lakukan dapat meningkatkan implementasi pelaksanaan kode etik dan nilai-nilai kementerian keuangan sejalan dengan berbagai perbaikan di DJP dalam kerangka reformasi birokrasi, yang diharapkan dapat meningkatkan kembali kepatuhan sukarela masyarakat terhadap pajak sehingga target penerimaan pajak dapat tercapai.