Ditjen Pajak Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Imam Besar Masjid Istiqlal

Ratusan pegawai Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Kanwil DJP se-DKI Jakarta, dan para jamaah lainnya dengan khitmad mengikuti acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1437 H di Masjid Shalahuddin Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jalan Jenderal Gatot Subroto No. 40-42 Jakarta Selatan, Selasa 15 Desember 2015.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1437 H ini diawali dengan shalat Zhuhur berjamaah dan menghadirkan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA sebagai penceramah.

Dalam ceramahnya, Kiyai Haji Ali Mustafa Yaqub mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW di utus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Artinya, sebelum datangnya Nabi Muhammad SAW sebenarnya manusia sudah berakhlaq, cuma belum sempurna, sehingga perlu disempurnakan. Akhlaq adalah standar baik dan buruk, benar atau salah, yang telah ditetapkan oleh Allah SWT melalui Al-Qur’an dan Hadits RasulNya Muhammad SAW, yang tidak akan pernah berubah sampai hari kiamat.

Selanjutnya alumnus Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia ini menjelaskan bahwa jika dipakai standar manusia dalam menilai apakah suatu hal itu baik dan buruk akan sering berubah-ubah, sesuai dengan situasi dan kondisi. Kiyai Mustafa mencontohkan, tahun 1980 jika ada seorang wanita di televisi memperlihatkan cara memakai deodoran dengan memperlihatkan auratnya, hal itu dianggap tabu oleh kebanyakan masyarakat Indonesia waktu itu sehingga hal ini mendapat protes besar. Tahun 2015 iklan televisi tidak hanya memperlihatkan auratnya bagian atas dada saja, bahkan juga aurat yang lain, tapi tidak lagi menjadi masalah bagi kebanyakan masyarakat Indonesia karena mungkin hal ini sudah dianggap biasa. Jadi dalam kurun 30 tahun standar baik dan buruk itu bisa saja berubah di Indonesia. Namun tidak demikian halnya dengan Al-Qur’an dan Hadits yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, telah menetapkan secara baku apakah suatu perbuatan itu baik atau buruk, tidak berubah-ubah sampai hari kiamat.

Dalam akhir uraiannya, Prof Ali Mustafa menyampaikan harapan semoga target penerimaan pajak tahun 2016 akan dapat tercapai bahkan jika dapat lebih dari 100%. Acara diakhiri dengan Istighfar, memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan kekhilafan kita selama ini, dan memohon kepada Allah SWT agar memberi kita semua kesehatan, keselamatan, kebahagian dunia dan akhirat.(Gf).