Meningkatkan kompetensi SDM Ditjen Pajak

Berbicara mengenai manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, maka tak terlepas dari blue print manajemen SDM. Dimulai dari rekrutmen, pengembangan pegawai, pola karier, dan penghargaan kepada pegawai. Semuanya merupakan satu mata rantai yang harus dikembangkan ke depan.

"Agar supaya kita memperoleh pegawai-pegawai yang memiliki kompetensi dan militansi yang tinggi. Bicara mengenai pengembangan kita berbicara tentang kita melakukan pelatihan training, diklat dan lain sebagainya. Dan itu tentu harus terbagi dalam hard competensies dan soft competensies," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak, Dedi Rudaedi.

"Bisa demikian, karena kedepan jangan-jangan kita boleh berpikir karena dinamika organisasi kita yang sedimikian hebat kita jangan lagi berbicara fungsional. Jangan-jangan kita (harus) melakukan dwifungsionalisasi. Artinya bahwa Account Representative (AR), penelaah keberatan, pemeriksa, dan juru sita itu berkaitan satu sama lain. Dalam upaya bagaimana kita memperoleh pegawai-pegawai pajak yang memiliki kompetensi yang tinggi," ujarnya.

Menurut Dedi, seharusnya training, diklat harus benar-benar match dengan kebutuhan Ditjen Pajak. Karena itu, Ditjen Pajak harus fokus dalam rangka pengembangan SDM yang salah satunya adalah pengembangan hard competencies.

"Skill dan knowledge mereka kita tingkatkan. Tapi disamping itu kita tingkatkan soft competencies, semangat disiplin dia mengenal tentang budaya kerja, bisa menciptakan adanya budaya kerja yang baik di Ditjen Pajak, itu juga harus kita kembangkan. Karena tidak semata-mata orang yang pintar lalu kemudian bisa menghasilkan karya-karya yang besar. Karena karya-karya yang besar itu dihasilkan dari mereka yang memiliki soft competencies yang tinggi," harapnya.

Dedi mengaku bangga dengan para SDM Ditjen Pajak yang notabene dari Sabang sampai Merauke kurang berjumlah 31.500 orang yang sudah mampu mengubah dirinya dalam melakukan reformasi. Sekarang, tinggal bagaimana melihat hasilnya dari tahun ke depan.

"Yang saya rasakan begitu besarnya komitmen pegawa Ditjen Pajak untuk mengubah dirinya melakukan perubahan (reformasi dirinya) dan itu ditunjukkan para pegawai Ditjen Pajak. Saya merasa berbangga akhir-akhir ini Ditjen Pajak memperoleh the most trusted public institutution dari majalah MarketPlus dan itu adalah sebagai cerminan keberhasilan seluruh aparat Ditjen Pajak dalam upaya menjadikan Ditjen Pajak menjadi lebih baik," ungkapnya.