Mendekati calon wajib pajak di masa depan

Penyuluhan terhadap masyarakat tidak hanya dilakukan kepada wajib pajak yang sudah terdaftar di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Namun, penyuluhan juga bisa dilakukan terhadap para calon wajib pajak seperti para pelajar, mahasiswa, dan lainnya.

Penyuluhan ini berupaya memberikan dan memupuk kesadaran wajib pajak sejak dini. Karena para pelajar dan mahasiswa dinilai kelak akan menerima penghasilan dan membayar pajak.

"Sebagai wajib pajak kita akan golongkan masyarakat itu masyarakat wajib pajak tapi ada juga yang kita sebut calon wajib pajak adalah mereka yang belum terdaftar tapi suatu ketika nanti misal sudah menerima penghasilan," kata Sanityas Jukti Prawatyani, Kepala Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan, Direktorat Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat, Ditjen Pajak.

Saat ini Ditjen Pajak mulai melakukan strategi penyuluhan. Strategi penyuluhan dinilai cukup perlu atau sangat perlu bagi masyarakat tergantung pada tingkatan atau level pengetahuan perpajakan mereka.

Penyuluhan untuk yang sudah terdaftar dalam administrasi perpajakan dan sudah memiliki kewajiban memenuhi syarat objektif maupun subjektif tentu berbeda dengan calon wajib pajak atau yang disebut futures tax payer. Wajib pajak ini dinilai di masa akan datang akan membayar pajak. Seperti anak skolah, mahasiswa.

"Itu juga yang perlu kita beri penjelasan (tentang perpajakan)," ungkapnya.

Jadi, lanjut Sanityas, penyuluhan dilakukan tergantung pada level usia pendidikan dan karakter. Karena wajib pajak mempunyai karakter dan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda.

"Contoh calon wajib pajak misal kita berikan apa itu pajak, bagaimana pajak itu dimanfaatkan negara dan seterusnya," jelasnya.