Oleh Sunarto, Kepala KP2KP Tamiang Layang
Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan kepada masyarakat guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anggota masyarakat untuk memperoleh hak dan melaksanakan kewajiban perpajakannya, maka pelayanan penyuluhan dan konsultasi perpajakan tidak terlepas dari fungsi-fungsi manajemen, yang secara umum melingkupi fungsi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengawasan, supaya memiliki ukuran yang dapat dipertanggung jawabkan .
Pada saat ini evaluasi pelayanan penyuluhan hanya didasarkan pada data kuantitatif saja yaitu berupa rasio perbandingan antara rencana volume penyuluhan dengan realisasi volume penyuluhan. Evaluasi atas pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan jumlah Wajib Pajak, kepatuhan Wajib Pajak dan jumlah penerimaan belum dapat dilaksanakan, karena belum ada alat ukur standar yang dapat menentukan hubungannya. Pada tahap lebih lanjut adanya alat deteksi yang menghitung pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan jumlah Wajib Pajak, kepatuhan Wajib Pajak, serta jumlah penerimaan pajak.
Ketika kali pertama saya dipromosikan sebagai Pejabat eselon IV dilingkungan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dan dipercayakan untuk memimpin pada salah satu Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan di Wilayah Kalimantan Tengah tepatnya di Kabupaten Barito Timur di bawah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Muara Teweh Kabupaten Barito Utara. Begitu banyak pengalaman berharga, banyak hal dan fonomena kehidupan yang dialami. Pahit, manis, dan asem pun kenyang dirasakan.
Kabupaten Barito Timur dengan luas wilayah 3.834 km2, sebagian besar wilayah merupakan dataran rendah, membawahi 10 Kecamatan yang terdiri dari 103 Desa/Kelurahan dengan jumlah penduduk 97.237 jiwa. Dengan rata-rata/km2 sebanyak 25 jiwa.
Dari keseluruhan penduduk Barito Timur 60 % penduduk berumur 10 tahun ke atas bekerja di sektor pertanian, hampir 64% penduduk yang bekerja di berbagai sektor memiliki tingkat pendidikan dasar tidak/belum tamat SD/sederajat, tamat SLTP/sederajat, tamat SLTA/sederajat.
Dengan melihat kondisi wilayah yang baru terbentuk sebagai kabupaten baru yaitu tahun 2003, baik dari segi infrastruktur maupun kondisi alamnya yang masih belum memadai, hal ini tentunya menjadi tantangan dan strategi bagi kami untuk melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan kepada saya yaitu sebagai pelayanan, penyuluhan dan konsultasi perpajakan.
Tantangan
- Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa 60 % penduduk Barito Timur berumur 10 th ke atas bekerja di sektor pertanian, hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap pola berfikir dan bersikap. Sehingga untuk mengoptimalkan rasa kesadaran untuk memperoleh hak dan melaksanakan kewajiban perpajakannya mengalami kendala, hal ini terbukti Kurangnya kesadaran Wajib Pajak terhadap kewajiban perpajakan untuk menghadiri undangan sosialisasi perpajakan.
- Karena hampir sebagian besar WP Orang Pribadi (usahawan) berdomisili di pelosok desa dengan mata pencaharian sebagai petani dan berkebun, sehingga jarak antara domisili Wajib Pajak dengan tempat dilaksanakan sosialisasi perpajakan cukup jauh.
- Dalam hal mendampingi pelaksanaan ekstensifikasi, konseling dan lain lain yang dilaksanakan oleh petugas dari KPP Pratama Muara Teweh, hal ini cukup menyita waktu dan tenaga, disebabkan perjalanan yang cukup jauh yang ditempuh melalui darat dan sungai.
- Dalam melaksanakan tugas sehari-hari saya dibantu 2(dua) orang pegawai yang usianya sudah di atas 50 tahun dan keduanya baik dari segi fisik maupun pengetahuan tentang perpajakan serta pengetahuan tentang IT sangat jauh dari yang diharapkan, sehingga dalam melaksanakan tugas sehari- hari baik itu berupa penyuluhan dan konsultasi perpajakan selalu ditangani oleh kepala kantor, hal ini akan berakibat kurang baik apabila kepala kantor tidak ada di tempat karena sedang dinas keluar daerah.
- Seringnya terjadi pemadaman listrik yang tidak terjadwal, sehingga menghambat tugas sehari-hari, meskipun telah tersedia Genset di KP2KP Tamiang Layang, akan tetapi Genset tersebut tidak dapat difungsikan secara maksimal.
Strategi
- Sosialisasi dilaksanakan bekerjasama dengan pemerintah daerah melalui dinas-dinas agar pelaksanaan sosialisasi dapat berjalan sesuai apa yang diharapkan.
- Dengan pertimbangan jarak tempuh yang cukup jauh dari domisili Wajib Pajak ke tempat penyuluhan maka sosialisasi kami laksanakan di kecamatan-kecamatan agar mempermudah Wajib Pajak untuk menghadiri acara sosialisasi.
- Dalam hal pegawai yang kurang menguasai pengetahuan tentang perpajakan dan IT saya lakukan in house traning sedikitnya sebulan sekali.
Saya menyadari bahwa tantangan ini tidak kalah besarnya, mengingat rencana penerimaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup besar, sungguh ini bukan suatu hal yang mudah untuk dicapai. Oleh karena itu yang menjadi focus kami saat ini adalah bagaimana agar bersama Wajib Pajak dapat kembali membangun negara tercinta ini kearah yang lebih baik.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberkati setiap usaha kita semua. Amin
*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi dimana penulis bekerja.










