Oleh Muchtar, Kepala KP2KP Raha
Dalam rangka memenuhi Surat Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat No. S-774/PJ.09/2011 tanggal 28 Oktober 2011 Perihal : Lomba Menulis Kisah Kepala KP2KP. Saya sebagai Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Raha, ingin menyampaikan kisah nyata mengenai Tantangan yang saya alami serta berbagai Strategi untuk mengatasi tantangan tersebut, demi suksesnya tugas–tugas KP2KP khususnya dan tercapainya Visi Misi Direktorat Jenderal Pajak pada umumnya pada masa masa yang akan datang.
Rendahnya Mutu SDM Yang Ditempatkan pada KP2KP
Sebagaimana diketahui bahwa Sistem Perpajakan yang kita anut adalah Self Assessment, oleh karena itu Peran KP2KP sangat menentukan dalam rangka memberikan pemahaman kepada para Wajib Pajak tentang bagaimana memenuhi Kewajiban Perpajakan mereka sesuai aturan perundang undangan yang berlaku. Dalam kenyataannya, penempatan pegawai di KP2KP Raha khususnya dan KP2KP pada umumnya, sangat rendah kualitasnya, utamanya dalam hal Transfer of Knowledge, malah penempatan pegawai pada KP2KP terkesan sebagai tempat “pembuangan”, padahal justru KP2KP adalah Ujung Tombak dari Direktorat Jenderal Pajak dalam memasyarakatkan aturan perpajakan dalam rangka pelaksanaan sistem perpajakan Self Assessment.
Menghadapi kondisi seperti tersebut diatas, selaku Kepala KP2KP Raha, saya berusaha semaksimal mungkin untuk memberdayakan SDM yang ada dengan cara mengajak para pegawai untuk mendiskusikan aturan-aturan yang akan disosialisasikan, sekaligus memberikan arahan-arahan sehingga kami memiliki pemahaman yang sama dalam menyampaikan aturan tersebut kepada para Wajib Pajak. Selain itu, dalam rangka menciptakan kondisi yang harmonis antar pegawai, Tenaga Satpam dan Tenaga Cleaning Service, saya juga melakukan pendekatan keagamaan dengan cara merubah sebuah ruangan menjadi Mushollah yang kami gunakan untuk Sholat berjamaah yang dilanjutkan dengan kegiatan KULTUM ( Kuliah 7 Menit).
Kurangnya Jumlah SDM pada KP2KP Raha
Pada umumnya KP2KP mengalami kekurangn SDM, KP2KP hanya memiliki 3 (Tiga) orang pegawai, yaitu : Seorang Kepala Kantor, seorang Bendahara dan seorang Pelaksana. Dalam kondisi SDM yang sangat terbatas sehingga tidak sebanding dengan tugas – tugas yang akan dilaksanakan, sebagai Kepala KP2KP Raha, saya mencoba memberdayakan tenaga SATPAM dan Tenaga Cleaning Service melalui kegiatan In House Training, berupa bimbingan mengoperasikan computer dan Internet serta memberikan pemahaman tentang undang undang perpajakan yang berlaku. Dalam prakteknya, setiap anggota Satpam dan Cleaning Service tetap dikoordinir oleh pegawai organik. Dengan demikian, untuk sementara kekurangan SDM dapat teratasi.
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Penyuluhan adalah merupakan kegiatan yang sangat penting, khususnya dalam rangka pelaksanaan sistem perpajakan yang kita anut yaitu Self Assessment.
Di berbagai daerah, khususnya di Kabupaten Muna, suhu politik relatif 'panas/tinggi', sehingga mengumpulkan orang dalam rangka memberikan penyuluhan perpajakan bukanlah hal yang mudah, dilain pihak kegiatan Sosialisasi Perpajakan harus berjalan terus. Oleh karena itu KP2KP Raha dalam mengatasi hal tersebut, selain melakukan sosialisasi secara periodik juga melakukan kegiatan ‘SEKILAS INFO PAJAK' dengan menyajikan Informasi yang menurut hasil evaluasi kami, memang sangat diperlukan oleh Wajib Pajak setempat, sehingga menarik untuk diikuti oleh mereka yang sedang antri di Tempat Pelayanan Terpadu (TPT . Pada saat yang bersamaan, kami juga memberikan kesempatan kepada para Wajib Pajak untuk bertanya, sehingga terjadi umpan balik antara Fiskus dan Wajib Pajak.
Kesimpulan dan Saran
Harus diakui bahwa KP2KP adalah Unit Kerja Direktorat Jenderal Pajak yang terdepan dalam memberikan pemahaman kepada Wajib Pajak tentang Hak dan Kewajiban mereka. Oleh karena itu, perlu penempatan SDM yang BERKUALITAS dan BERKEPRIBADIAN yang SMART dengan memperhatikan prinsip THE RIGHT MAN IN THE RIGHT PLACE. Selain itu disarankan untuk diadakan Pelatihan Tenaga Penyuluh Pajak secara berkesinambungan untuk menghasilkan Tenaga Penyuluh yang profesional, sehingga VISI MISI DJP bisa menjadi suatu kenyataan. Amin . . .
Demikian kisah nyata sebagai Kepala KP2KP Raha, semoga bermanfaat. Wassalam.
*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi dimana penulis bekerja.










