Kisah sukses penagihan pajak di KPP Badora

Dalam melakukan penagihan piutang pajak kepada wajib pajak badan dan orang asing tetap melalui proses dan tahapan yang sudah disesuaikan dalam undang-undang. Alhasil, piutang pajak dapat dicairkan sesuai dengan tunggakan yang ada.

"Kami memiliki beberapa milestone yang bisa dikatakan success story atas tindakan penagihan aktif yaitu pencegahan pada wajib pajak sebagai penanggung pajak ketika mereka memiliki tunggakan untuk ke luar negeri," kata Kepala KPP Badora Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Jakarta Khusus, Neilmadrin Noor.

Pada tahun 2010-2013 terdapat beberapa keberhasilan dalam mencairkan piutang pajak yang dilakukan KPP Badora. Seperti pencairan wajib pajak dari negara China, Korea, dan Malaysia.

"Kami melakukan pencegahan kemudian akhirnya wajib pajak membayar sebesar Rp 53 miliar," ungkapnya.

Di awal tahun 2013 ada juga pencairan dari wajib pajak China sekitar Rp 14 miliar. Dan di tahun 2012, dari wajib pajak Korea Selatan sebesar Rp 1,3 miliar.

"Wajib pajak Jepang sekitar Rp 600 juta. Jadi kami pada prinsipnya sudah membuktikan bahwa dengan melakukan pencegahan aktif khususnya dengan tipikal Badora kami bisa mempunyai tingkat pencairan yang cukup baik," akunya.

Meski begitu, Nelmadrin berharap tindakan persuasif yang sudah dilakukan bisa menjadi edukasi bagi wajib pajak. Begitu juga dengan penagihan aktif. Selain itu, Nelmadrin berharap wajib pajak di KPP Badora juga menjadi lebih patuh sehingga penagihan aktif mempunyai efek yang cukup baik untuk kepatuhan wajib pajak.

"Apabila nantinya satu atau dua wajib pajak kami melakukan penagihan aktif ini kemudian di sisi lain memang kami dapat pencairannya tapi di sisi lain juga kami punya harapan wajib pajak di kpp badora akan menjadi lebih patuh," harapnya.