Keunggulan SDM Ditjen Pajak

Sumber daya manusia (SDM) di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak terus ditingkatkan. Apalagi dalam menghadapi tantangan kemajuan teknologi serta globalisasi ke depan.

Saat ini, Ditjen Pajak telah memberikan sejumlah pelatihan terkait dengan aspek teknologi transaksi di internet e-commerce dan lainnya.

"Pelatihan tersebut sedang berlangsung," kata Kepala Subdit Pengembangan dan Manajemen Kepegawaian, Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur (KITSDA), Farid Bachtiar.

Sementara itu, terkait dengan perkembangan globalisasi, transaksi perdagangan internasional, Ditjen Pajak sudah melakukan berbagai peningkatan kualitas SDM. Bahkan sejak tahun 2008, Ditjen Pajak sudah mengembangkan tim pelatihan dan membentuk tim yang bekerja di area perdagangan internasional.

"Seperti masalah terkait transfer pricing, advance payment agreement dan lain-lain. Itu saat ini menjadi fokus kita," ujarnya.

Dan dalam rangka pelaksanaan strategi, Ditjen Pajak sudah menempatkan orang-orang yang memperoleh pelatihan-pelatihan tersebut dan yang memiliki kompetensi di bidang transaksi antar negara. Dan hal itu hanya di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang memang memiliki karakteristik dimana transaksi internasional tadi itu sering terjadi. Jadi tidak di seluruh KPP, hanya di KPP tertentu. Semisal di KPP Kanwil khusus maupun LTO.

"ita tempatkan orang-orang yang memiliki kompetensi di bidang transfer pricing. Juga di direktorat peraturan maupun di direktorat pemeriksaan. Itu yang menjadi salah satu strategi atau action plan dalam menghadapi globalisasi," ungkapnya.

Pelatihan terkait transfer pricing, sudah dilaksanakan sejak 2008. Dari sisi jumlah gugus tugas mungkin Ditjen Pajak sudah memiliki jumlah kurang lebih 200 orang yang sudah mengikuti pelatihan transfer pricing yang tersebar di sejumlah KPP di Indonesia.

Dalam pelatihan-pelatihan tersebut, Ditjen Pajak tidak hanya mengacu atau memanggil narasumber dari internal, tapi juga mengundang narasumber dari negara-negara Belanda, Prancis dan beberapa dari Australia, Malaysia, dan Jepang.

"Kita sudah beberapa kali melakukan pelatihan dengan nara sumber-nara sumber dari negara lain. Disamping itu kita juga mengundang nara sumber dari instansi yang terkait dengan kebijakan-kebijakan perdagangan internasional," jelasnya.

Selain itu, Ditjen Pajak juga secara rutin memberikan pelatihan di fungsional pemeriksa. Hal itu sudah mulai terstruktur masuk ke dalam kurikulum pelatihan pemeriksa. Sebelumnya sifatnya in house training dan benchmarking, sehingga mendapatkan gambaran lengkap mengenai pemeriksaan pajak.

"Dalam 3 tahun terakhir kita sudah melakukan pengembangan program yakni program penghargaan kinerja pegawai terbaik, itu merupakan masukan dari survei kita di tahun 2010 dimana pegawai di Ditjen Pajak perlu memberikan penghargaan kepada pegawainya," ungkapnya.