Kesungguhan Ditjen Pajak 'bersih-bersih' dari kacamata Mahfud MD

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak masih terus berupaya membenahi diri dalam meningkatkan pelayanan terhadap wajib pajak. Mulai dari teknologi informasi, pelayanan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya.

Soal penegakan hukum terhadap wajib pajak, Ditjen Pajak bertindak sesuai dengan undang-undang perpajakan yang sudah berlaku yang menjadi pedoman bagi seluruh karyawan pajak. Namun bagaimana penegakan hukum yang dilakukan Ditjen Pajak di mata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MK?

"Dalam 23 tahun terakhir ini saya sudah melihat kesungguhan Ditjen Pajak untuk membersihkan dirinya sendiri dari pelanggaran-pelanggaran hukum yang sifatnya konkret," kata Mahfud MD.

Mahfud mengaku sebenarnya tidak begitu tahu persis soal kasus-kasus konkret mengenai penegakan hukum yang dialami Ditjen Pajak. Bagi Mahfud, penegakan hukum terdiri dari dua hal yakni penegakan hukum dalam arti pelaksanaan peraturan sehari-hari oleh birokrasi dan penegakan hukum dalam arti penyelesaian di pengadilan jika ada pelanggaran.

"Saya melihat ada beberapa hal yang menyangkut pelanggaran-pelanggaran sebagai kasus perpajakan. Yang itu justru muncul dari dalam birokrasinya," ujarnya.

Mungkin yang sangat terkesan di hati masyarakat adalah pelanggaran-pelanggaran yang terkait orang dalam yang kemudian melakukan penyalahgunaan tugas-tugas birokratisnya. Yang harus diantisipasi ke depan adalah bagaimana agar hal-hal yang dilakukan oknum-oknum Ditjen Pajak tersebut tidak akan muncul lagi.

"Tidak ada pilihan lain bagi bangsa ini, bahwa dunia perpajakan itu harus dikuatkan bukan karena timbul kasus lalu diserang habis-habisan dan nggak ada alternatif," jelasnya.

Negara dimana pun, lanjut Mahfud, harus punya instrumen penegakan hukum. Dan masyarakat Indonesia juga harus berbaik sangka. Mungkin terhadap Ditjen Pajak memang ada masalah tetapi masyarakat harus melihat hal itu merupakan akumulasi masalah lama ketika zaman orde baru sangat sentralistis dan sulit ditembus oleh kontrol-kontrol yang objektif.

"Menurut saya dukungan selama ini sudah diberikan oleh KPK. Saya kira kita juga harus terbuka terhadap LSM pers biar semuanya serba merasa terawasi dengan benar tanpa harus mengekang tugas-tugasnya," imbuhnya.

Mahfud meyakini pengawasan internal sudah berjalan baik dan di dalam internal pajak ini pun masih banyak orang-orang baik.

"Seperti yang saya baca bukunya yang diterbitkan oleh orang pajak. Banyak yang idealis tidak banyak diangkat jadi kesannya jelek. Nadinya bangsa kita ya pajak itu," tandasnya.