Kepala pajak pedalaman, tidur berkelambu takut nyamuk malaria

Kamar tidur itu tidak cukup luas untuk tempat istirahat seorang kepala kantor pajak. Bahkan, fasilitas yang disediakan jauh dari mewah. Tak ada air conditioner (AC), hanya kipas angin sebagai penyejuk.

Malam itu udara di Kecamatan Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, cukup panas. Sebelum memejamkan mata, Wagimin yang memakai celana pendek, kaos dan sarung duduk di teras, berharap disapa oleh semilir angin.

Baru tiga bulan Wagimin dipromosikan menjadi Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP), Putussibau. Di sana, mantan Pelaksana Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Jakarta Kelapa Gading itu, tinggal seorang diri, sedangkan anak dan istrinya tinggal di Bekasi.

Kepala KP2KP Putussibau

Wagimin menempati rumah dinas seluas kurang lebih 8x3 meter. Rumah itu berada di lingkungan kantor. Malam hari saat merdeka.com berkunjung, di rumah itu ada sofa, dan televisi 14 inci. Itulah satu-satunya hiburan bagi Wagimin.

Sering kali listrik di rumah itu padam. Bahkan, dalam semalam bisa dua sampai tiga kali selama 10-15 menit. "Ini mah sudah biasa, tapi ya dinikmati saja," kata mantan Korlak Penagihan KPP Jakarta Penjaringan itu.

Saat malam semakin larut, Wagimin bersiap tidur. Di dalam kamar berukuran 1,5X3 meter terpampang foto sang istri tercinta tepat di dinding, depan meja kerjanya. "Kalau kangen, ya saya paling lihat foto istri," katanya.

Setelah kerja, biasanya Wagimin suka mengajak anak buahnya untuk berbincang sambil santap malam. Itu merupakan salah satu cara untuk membunuh sepi. Jika akhir pekan, biasanya Wagimin berolahraga.

"Paling saya main tenis dengan pegawai di sini," kata mantan Korlak KPP Jakarta Cempaka Putih itu.

Dia masih ingat betul sempat ke rumah sakit di Sunter, Jakarta Utara, sebelum berangkat ke Putussibau. Itu dilakukan untuk melakukan suntik anti-malaria. "Oleh dokter hanya dikasih obat," kata Wagimin.

Beruntung, tubuh Wagimin masih bugar. Untuk menghindari serangan nyamuk malaria, Wagimin memasang kelambu buat melindungi tempat tidurnya. Dengan cara itu, dia merasa bisa tidur lebih pulas.

Untuk bertemu keluarga, Wagimin mengaku hanya 1,5 sampai 2 bulan sekali bertemu. Selain jarak, tugas sebagai kepala pajak di Putussibau juga cukup berat. KP2KP Putussibau mencakup 25 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kapuas Hulu.

Di sana, hanya Wagimin dan Rian Abdi Subhan yang berstatus sebagai pegawai, sedangkan empat lainnya adalah pegawai lepas. Mereka juga kerap kali melakukan penyuluhan yang jaraknya cukup jauh, seperti ke Badau yang hanya antar-kecamatan menghabiskan waktu 5-6 jam.

Rumah Dinas Kepala KP2KP

Menjalankan tugas yang berkali lipat lebih berat ketika di Jakarta, tak membuat Wagimin patah arang. Baginya, jika tugas dijalankan secara ikhlas, semua akan terasa ringan.

"Jalankan pekerjaan ini sebagai suatu amanat. Jika dikerjakan dengan ikhlas, tanpa banyak mengeluh, semua akan terasa ringan," tandasnya.