Senin, 27 Agustus 2012 - 08:33

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito menilai kinerja Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) sudah memuaskan. Tapi, menurutnya tetap saja ada ruang-ruang bagi Ditjen Pajak untuk melakukan peningkatan dan perbaikan agar menjadi lebih baik lagi mengingat pajak merupakan sumber utama pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ada dua hal yang bisa dilakukan, yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi,” jelasnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, intensifikasi adalah meningkatkan perolehan nominal pajak yang diterima sedangkan ekstensifikasi adalah meningkatkan jumlah wajib pajak atau Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Bagi Ito permasalahan pajak di Indonesia bukan tentang wajib pajak yang masih sedikit karena sebetulnya sudah banyak yang mendaftarkan diri. Permasalahannya adalah bagaimana mengintensifkan agar wajib pajak mau benar-benar membayarkan pajak miliknya. “Misalnya perusahaan punya 100 karyawan, harus dipastikan perusahaan tersebut benar-benar membayar pajak untuk ke-100 karyawannya,” tutur Ito.

Ito tidak memungkiri kebutuhan Ditjen Pajak untuk membangun basis data pembayar pajak yang lebih besar lagi untuk menambah pembayar pajak. Sensus Pajak Nasional merupakan salah satu alat yang tepat untuk tujuan tersebut. Tapi dia menekankan efektivitas dan keberhasilan dari Sensus Pajak Nasional tergantung pada bagaimana diimplementasikan di lapangan.

Sensus Pajak Nasional sendiri merupakan kegiatan ekstensifikasi pajak dengan memperluas basis data dan pemukhtahiran data wajib pajak. Diharapkan setelah diadakan Sensus Pajak Nasional, warga atau badan usaha yang belum memiliki NPWP akan memilikinya dan bagi yang belum membayar pajak akan segera membayar pajak.

Tahap kedua Sensus Pajak Nasional akan dilaksanakan dari 1 Mei 2012 hingga 31 Oktober 2012 dan akan mendata 2 juta-4 juta responden, baik dari warga ataupun badan usaha besar dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Target dari Sensus Pajak Nasional sendiri bisa mengumpulkan paling sedikit dua juta Formulir Isian Sensus (FIS) calon WP terdaftar baru.

FIS sendiri merupakan acuan pertanyaan bagi petugas pajak untuk mewawancarai wajib pajak sehingga petugas akan mengisi FIS sesuai dengan jawaban yang diberikan oleh wajib pajak. Jika wajib pajak tidak dapat ditemui, petugas akan meninggalkan FIS untuk diisi wajib pajak dan akan diambil kembali pada saat yang telah ditentukan.