e-Commerce Indonesia Terus Berkembang Pesat

Indonesia adalah pangsa pasar e-Commerce terbesar dunia. Indonesia juga penyumbang serangan internet terbesar dunia 38% disusul Cina 33%, USA 6,9% Taiwan 2,5%, Turki 2,4% dan sisanya Negara lain. "Diperkirakan pengguna internet di Indonesia hingga akhir 2014 adalah 2014 orang dan di 2015 bertambah menjadi 135 orang," ungkap CEO iPaymu, Pikukuh Tutuko, yang menjadi salahsatu pembicara dalam Seminar Perpajakan "Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Bagi Pelaku e-Commerce Di Indonesia" yang diadakan oleh Direkorat Jenderal (Ditjen) Pajak di Jakarta, 27 Agustus 2014.

"Netizen yaitu yang menggunakan internet minimal 3 jam sehari ada 36 juta orang di Indonesia saja. Pembeli online di Indonesia ada sekitar 7 juta orang atau hampir 20% dari total netizen Indonesia," lanjut Pikukuh.

Pengusaha kecil menegah di Indonesia hingga akhir 2013 ada sekitar 56 juta. "5 juta diantaranya telah menyiapkan akses dan membangun infrastruktur e-Commerce. Hingga akhir 2013, 75 ribu UKM telah melakukan bisnis e-Commerce," papar Pikukuh.

Menurut Anil Anthony, Executive Director Consumer Insight Nielsen, angka pengguna smartphone di Indonesia akan terus meningkat dan diproyeksikan tahun ini akan menembus angka 28-30%. Anil pernah mengungkapkan bahwa saat ini pengguna smartphone di Indonesia baru mencapai 23% dari total pengguna ponsel. Pengguna smartphone tahun 2013 meningkat dari tahun 2012 yang menembus angka 19%.

Menurut temuan Nielsen ODM di Februari 2014, 70% pengguna smartphone menggunakan Facebook sebagai jejaring sosial favorit mereka, diikuti oleh Twitter (36%) dan Google+ (11%).

Menurut Pikukuh, pengguna e-commerce akan tertarik pakai e-commerce jika biayanya lebih murah dan akan kembali gunakan e-Commerce jika mendapat kenyamanan dari penggunaan e- Commerce tersebut. "Hambatan pengguna e-commerce adalah 68% merasa barang yang diterima secara online tidak bagus dan 32% kuatir akan keamanan transaksinya," kata Pikukuh.

Alasan lain orang lakukan e-Commerce adalah hemat waktu dan hemat biaya. Selain itu, ada lima masalah utama e-Commerce di Indonesia. "Top five Indonesia e-Commerce Issue adalah masalah Behaviour, Payment Options, Mobile, Logistic dan Regulations," cetus Pikukuh.

Dalam hal sikap (behavior), kepercayaan publih masih rendah terhadap online shopping. "Rata- rata pembeli online hanya bertransaksi antara Rp. 100.000,- sampai dengan Rp. 1.000.000.- saja," ungkap Pikukuh.

Meski demikian Pikukuh mendorong agar lebih banyak pelaku UKM terjun menggunakan e- Commerce untuk melebarkan sayap usahanya. "Melalui Internet, pelaku UKM dapat meningkatkan produktivitas usahanya lebih dari 29%," ujar Pikukuh.

Pikukuh mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi oleh sektor UKM adalah: masalah pembiayaan modal, teknologi dan pemasaran. Masalah pembiayaan modal tak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan menjadi sebuah masalah klasik sektor UKM di dunia.

Dalam hal teknologi, beberapa UKM masih belum mampu mengotimalkan teknologi yang ada, seperti internet dan unsur teknologi lain yang berkaitan. Sedangkan masalah pemasaran yang dihadapai oleh para pelaku UKM seharusnya bisa diatasi dengan memanfaatkan e-Commerce untuk memperluas pangsa pasar.

 

Artikel Terkait :

  1.  Tidak Ada Pajak Baru di Bidang e-Commerce
  2.  Masih Sedikit Pelaku e-Commerce Yang Memiliki NPWP
  3.  e-Commerce di Indonesia Sudah Diatur Dalam UU Perdagangan
  4.  e-Commerce Tentukan Masa Depan Perdagangan Indonesia
  5.  Ditjen Pajak Tegaskan Kembali Aturan Pajak e-Commerce
  6.  Tidak Ada Dobbel Taxation Di Bidang e-Commerce
  7.  Tidak Semua Pembayaran e-Commerce ke Luar Negeri Kena PPh Pasal 26
  8.  Penyerahan Jasa Kena Pajak e-Commerce Di Daerah Pabean Kena PPN