Bupati HSU Abdul Wahid: Perubahan Oleh Ditjen Pajak Perlu Diapresiasi

Upaya atau langkah apa pun yang dilakukan untuk mewujudkan suatu perubahan menuju yang lebih baik harus mendapatkan apresiasi positif. Bukan hanya oleh lembaga atau tokoh independen, tetapi oleh semua warga negara yang menginginkan adanya kemajuan. 

Demikian dikatakan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Abdul Wahid. Menurutnya, apalagi jika perubahan atau reformasi tersebut dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, yakni sebuah lembaga negara yang memiliki kewenangan mengurus masalah perpajakan sebagai salah satu sumber utama keuangan negara.

Agar langkah-langkah yang ditempuh Ditjen Pajak semakin konkret, Abdul Wahid menganjurkan petugas pajak lebih gencar dan lebih maksimum menyosialisasikan program perpajakan. Dengan demikian, ia berharap, kebijakan berkaitan dengan reformasi birokrasi perpajakan lebih menyentuh masyarakat di segala lini tentang perpajakan.

Juga penting membuka ruang pengaduan publik terhadap kinerja dari pegawai kantor pajak. Untuk pengawasan terhadap kinerja kantor pajak di wilayah maupun pusat, Abdul Wahid memiliki gagasan, Ditjen Pajak melibatkan lembaga independen.

Ada pun penerapan sistem Whistleblowing oleh Ditjen Pajak yang membantu KPK menangkap beberapa petugas Pajak, bisa sajadicontoh dan diterapkan institusi-institusi lain dalam menjalankan reformasi birokrasi. Sebab, terbukti dengan menggunakan sistem tersebut sudah ada oknum kantor pajak yang terjaring karena melakukan pelanggaran hukum.

Saat ini, kata Abdul Wahid, institusi pemerintah tengah belomba-lomba melakukan upaya reformasi birokrasi. Berhasil tidaknya dalam melaksanakannya bergantung dari banyak faktor. Salah satunyakeseriusan dari semua unsur yang ada dan terlibat dalam institusi itu sendiri. 

"Ditjen pajak sendiri sudah sangat serius dan melakukan hal tersebut dengan sangat baik. Tentunya dengan pencapaian saat ini, akan semakin memacu untuk menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang," ujar Abdul Wahid.

Dia menganjurkan juga, petugas pajak semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Caranya, Ditjen Pajak menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan. Metode lainnya mendekati hati warga, dengan membuat program-program khusus yang berisikan materi pencapaian yang telah berhasil diraih Ditjen Pajak. Pencapaian-pencapaian itu kemudian diekspose melalui media massa.