Bersiap hadapi sidang di Pengadilan Pajak

Dalam Pengadilan Pajak, perlu persiapan & kesabaran yang ekstra demi mempertahankan pendapatan negara dari sektor pajak.

Sumber: merdeka.com
Foto: debby

 

rotating image

 

 

Dalam pelaksanaan proses sengketa pajak, Pengadilan Pajak harus memutuskan dalam jangka waktu 12 bulan sejak surat banding diterima Pengadilan Pajak. Jika jangka waktu itu tidak cukup, maka dapat diperpanjang hingga 15 bulan.
Hasil keputusan hakim di pengadilan kemudian dievaluasi oleh Subdit Peninjauan Kembali dan Evaluasi, Direktorat Keberatan dan Banding. Hasil evaluasi tersebut nantinya akan diputuskan apakah Ditjen Pajak akan melakukan Peninjauan Kembali atau menerima putusan Pengadilan Pajak.
Kepala Subdirektorat Banding dan Gugatan II, Jon Suryayuda Soedarso mengatakan pada saat bersidang di Pengadilan Pajak, Ditjen Pajak diwakili oleh para penelaah keberatan, yang seolah-olah menjadi pengacara untuk Ditjen Pajak dalam menyelesaikan kasus-kasus yang disidangkan.
Kalah dan menang, sejatinya bukanlah hasil akhir yang dilihat dalam proses penyelesaian sengketa pajak di Pengadilan Pajak. Namun dengan adanya proses penyelesaian tersebut diharapkan wajib pajak dapat melihat keseriusan dari Ditjen Pajak.
Bersidang di Pengadilan Pajak, memang bukanlah hal yang mudah. Perlu kesabaran ekstra dan persiapan yang matang demi mempertahankan pendapatan negara dari sektor pajak.
Penelaah Keberatan Ditjen Pajak, Asep Wahyudin Nugraha mengaku sebelum persidangan, biasanya ia dan rekan-rekannya di kantor melakukan diskusi terkait dengan kasus dan apa yang akan disampaikan nantinya di Pengadilan Pajak.