Senin, 16 April 2012 - 16:15

Oleh Wiyoso Hadi, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Ketentuan peraturan perpajakan, seperti aturan-aturan Pajak Penghasilan (PPh), yang selalu dinamis dan berkembang menyesuaikan dengan perubahan Undang-Undang (UU), tentunya membuat sebagian Wajib Pajak, khususnya Pemotong/Pemungut PPh, bisa mengalami kendala dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Memperhatikan hal tersebut dan untuk memudahkan Wajib Pajak untuk melaksanakan kewajiban pemotongan dan pemungutan PPh, maka Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sejak 8 Desember 2011, telah menerbitkan buku panduan praktis OASIS Pemotongan/Pemungutan (Potput) PPh yang dapat diunduh gratis di http://www.pajak.go.id/content/buku-oasis-potput-pph-2011.

 

Buku OASIS Potput PPh memuat penjelasan umum tentang PPh hingga tanya jawab bagaimana menghitung dengan tepat dan praktis PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 26.

 

Dalam bagian Penjelasan Umum tentang PPh Pasal 4 ayat (2) terinci lengkap dari sudut hukum UU Pajak tentang apa itu pengertian (i) Bunga Deposito dan Tabungan Lainnya, (ii) Bunga Obligasi dan Surat Utang Negara, (iii) Bunga Simpanan yang Dibayarkan Koperasi kepada Anggota Koperasi Orang Pribadi, (iv) Hadiah Undian, (v) Transaksi Saham, (vi) Jasa Konstruksi, (vii) Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan, (viii) Persewaan Tanah dan/atau Bangunan, (ix) Dividen yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri.

 

Di samping itu, terurai pula dalam buku setebal sekitar 180 halaman itu tentang apa-apa saja objek PPh Pasal 15, PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 26. Dipaparkan pula di dalamnya manakah kelompok PPh yang bersifat final dan manakah kelompok PPh yang tidak final. Dalam hal PPh tersebut tidak bersifat final, maka merupakan pembayaran di muka yang dapat dikreditkan dengan PPh yang terutang dalam tahun berjalan. Sedangkan jika PPh tersebut bersifat final maka penghasilannya tidak digunggungkan dengan penghasilan lain dalam menghitung PPh terutang dalam tahun berjalan dan PPh yang telah dipotong/dipungut tersebut tidak dapat dikreditkan. Selain sifat pemotongan/pemungutan PPh, dijabarkan juga dalam buku itu besaran tarif, mekanisme pengenaan dan pelaporannya.

 

Selain memuat contoh-contoh perhitungan pemotongan/pemungutan PPh, buku produksi Direktorat Peraturan Perpajakan II, DJP itu juga memuat daftar berbagai peraturan pemerintah, peraturan menteri keuangan, keputusan menteri keuangan, peraturan direktur jenderal pajak, dan surat edaran jenderal pajak yang terkait dengan dasar-dasar hukum perhitungan pemotongan/pemungutan PPh tersebut.

 

Dengan diterbitkannya OASIS Potput PPh diharapkan setiap Pemotong/Pemungut PPh akan dapat memahami dan melaksanakan dengan baik kewajiban pajak penghasilannya secara tepat objek, tepat jumlah, dan tepat waktu. Tepat objek artinya setiap objek pemotongan/pemungutan PPh dikenai pemotongan/pemungutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tepat jumlah artinya PPh yang dipotong/dipungut sesuai dengan tarif yang berlaku. Sedangkan tepat waktu artinya PPh yang dipotong/dipungut disetorkan ke Kas Negara melalui Bank Persepsi atau Kantor Pos Persepsi, dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau ke Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

 

Secara keseluruhan OASIS Potput PPh memberi gambaran tentang bagaimana melaksanakan pemotongan/pemungutan PPh dengan benar sesuai UU Pajak yang berlaku, sehingga dapat meminimalisasikan perbedaan penafsiran antara Wajib Pajak dan aparat pajak di lapangan. Masyarakat yang ingin melaksanakan kewajiban pajak dalam memungut atau memotong PPh dengan mudah, perlu baca OASIS Potput PPh. Tinggal unduh di http://www.pajak.go.id/content/buku-oasis-potput-pph-2011. Selamat memotong dan memungut PPh secara tepat dan mudah.

 

*) Resensi buku terbitan Direktorat Jenderal Pajak ini merupakan pendapat pribadi penulis, tidak mewakili pendapat institusi dimana penulis bekerja.