Kamis, 27 Desember 2012 - 11:32

Oleh Suparmanto, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Akhir tahun pajak 2012 sudah didepan mata. Semarak penyampaian laporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun Pajak 2012 siap dimulai sejak bulan Januari 2013. Masing-masing Kantor Pelayanan Pajak (KPP) juga telah mengadakan In House Training Bimbingan Teknis Tata Cara Penerimaan dan Pengolahan SPT Tahunan PPh baik SPT Tahunan PPh Orang Pribadi (Karyawan dan Usahawan) untuk Wajib Pajak Orang Pribadi maupun PPh Badan untuk Wajib Pajak Badan. Definisi SPT sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak. Fungsi SPT Bagi Wajib Pajak adalah sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terhutang dan untuk melaporkan tentang:

  1. Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan/atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam 1 (satu) Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak;
  2. Penghasilan yang merupakan objek pajak dan/atau bukan objek pajak;
  3. Harta dan Kewajiban; dan/atau
  4. Pembayaran dari pemotong/pemungut tentang pemotongan dan pemungutan pajak orang pribadi atau badan lain dalam 1 (satu) Masa Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Yang dimaksud dengan mengisi SPT adalah mengisi formulir SPT dalam bentuk kertas dan/atau dalam bentuk elektronik dengan benar, lengkap dan jelas sesuai dengan petunjuk pengisian yang diberikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Sementara itu yang dimaksud dengan benar, lengkap, dan jelas adalah:

  1. Benar adalah benar dalam perhitungan termasuk benar dalam penerapan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dalam penulisan dan sesuai dengan keadaan sebenar-benarnya;
  2. Lengkap adalah memuat unsur-unsur yang berkaitan dengan objek pajak dan unsur-unsur lain yang harus dilaporkan dalam SPT;
  3. Jelas adalah melaporkan asal usul atau sumber dari objek pajak dan unsur-unsur lain yang harus dilaporkan dalam SPT.

Dalam rangka memberikan pelayanan dan kemudahan kepada Wajib Pajak, formulir SPT disediakan pada kantor-kantor pelayanan Direktorat Jenderal Pajak dan tempat-tempat lain yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak, Wajib Pajak juga dapat memperoleh SPT dengan mengakses Situs Pajak di www.pajak.go.id.

Beberapa cara untuk meyampaikan SPT Tahunan ke KPP antara lain:

  1. Langsung datang ke KPP;
  2. Dikirim melalui pos tercatat;
  3. Jasa Ekspedisi/Jasa Kurir;
  4. Pojok Pajak ;
  5. Mobil Pajak;
  6. Melalui Drop Box yang terdapat ditempat-tempat strategis seperti mall, plaza, dan tempat lain yang ditentukan;
  7. Melalui e-Filling.

Batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh adalah tanggal 31 Maret untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dan tanggal 30 April untuk Wajib Pajak Badan. Untuk diketahui bahwa bulan Maret merupakan bulan yang cukup sibuk dan antrian cukup ramai karena intensitas penyampaian SPT Tahunan yang tinggi terkait dengan batas akhir penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi tersebut. Untuk itu disarankan kepada Wajib Pajak untuk menyampaikan SPT Tahunan PPh-nya diawal tahun sampai dengan Maret 2013.

Ayo jangan lupa kita sampaikan SPT Tahunan PPh tepat waktu, diisi dengan benar, lengkap dan jelas! Bangga Bayar Pajak!

*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi dimana penulis bekerja.