Mutasi, Anugerah atau Musibah

Oleh: Renny Tridyati Putri, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Mutasi sebuah kata yang sangat dirindukan oleh mereka yang ditempatkan sudah cukup lama jauh dari homebase, tetapi tak jarang orang tak menginginkannya bahkan membencinya karena sudah terlanjur berada di zona nyaman. Jika kita berpikir positif dan melihat dari sisi yang baik sesungguhnya mutasi adalah sebuah anugerah yang mendatangkan rejeki dan keberkahan. Kenapa saya mengatakan demikian?

Pertama, dengan mutasi kita dapat mengunjungi atau melihat tempat yang baru dan tentunya berbeda dengan tempat sebelumnya, kita dapat pengalaman dan pelajaran dari segala hal baru yang mungkin tidak akan kita dapatkan jika kita tetap di tempat sebelumnya.

Kedua, dengan mutasi kita akan mendapat banyak teman baru, artinya teman yang bisa menjadi saudara kita akan bertambah banyak, tentu saja ini adalah bentuk rejeki yang tak ternilai harganya, artinya kita semakin kaya hati, kaya cinta karena semakin banyak orang yang menyayangi dan mencintai kita.

Ketiga, Mutasi sebagai ajang reuni buat kita dengan teman lama yang bertahun-tahun bahkan mungkin puluhan tahun lalu pernah satu kantor sehingga tali silaturahim yang dulu terputus akan terjalin kembali, dan ini adalah anugerah terindah.

Keempat, Mutasi memberi kesempatan buat kita untuk mencoba hal baru dan mengembangkan kemampuan kita yang selama ini mungkin tidak kita sadari, saat di tempat baru kita menemui masalah dan tanggung jawab baru maka kita akan berusaha mengeluarkan segenap kemampuan yang kita miliki yang selama ini terpendam, atau tersimpan rapi karena tidak ada masalah atau tantangan baru yang kita temui.

Kelima, bagi mereka yang mempunyai jiwa bisnis hampir bisa dipastikan dapat membaca sebuah peluang bisnis yang ada disekitarnya, mungkin peluang baru atau peluang untuk mengembangkan bisnis yang telah dijalankan sebelumnya. Ini berarti peluang untuk menambah penghasilan guna menutup biaya hidup yang mungkin timbul akibat mutasi.

Keenam, teman baru, masalah baru, tantangan baru, tanggung jawab baru dan semua yang kita temui di tempat yanga baru akan menempa kita menjadi pribadi yang lebih tangguh, kuat, cerdas, dewasa dan mempertebal keyakinan dan keimanan kita kepada Sang Pemilik kehidupan, bahwa tidak ada beban yang diletakkan di atas pundak kita yang melebihi dari kemampuan kita untuk memikulnya.

Yakinlah bahwa tidak ada masalah yang tak terselesaikan, karena Allah tidak pernah meninggalkan kita sendirian menghadapi masalah kita, Allah akan membantu kita untuk menyelesaikan masalah yang tidak sanggup kita selesaikan menurut caraNya, bukan menurut cara yang kita inginkan dan pada saat/waktu yang tepat menurutNya, bukan menurut keinginan kita.

Teman-teman, terimalah mutasi sebagai suatu anugerah yang akan memberi warna-warni kehidupan kita, sehingga hidup ini akan terasa lebih indah. Cobalah melihat diluar sana betapa masih banyak orang yang berlomba-lomba mencari lowongan kerja, masih banyak orang yang harus bekerja dibawah terik matahari dengan penghasilan yang pas-pasan, dan lihatlah betapa saudara kita yang bekerja mengabdikan diri di pelosok negeri dengan segala keterbatasan sarana prasarana yang jauh dari kata layak, mereka yang harus berjalan kaki berkilo-kilo meter setiap hari untuk sampai di tempatnya bekerja, bersimbah peluh bermandikan keringat.

Alangkah beruntungnya kita dengan begitu banyak nikmat yang telah kita terima selama ini, bekerja di ruangan ber-AC dengan penghasilan yang lebih dari cukup, tidak perlu berjalan kaki berkilo-kilo meter setiap hari, karena walaupun jauh masih bias kita tempuh dengan kendaraan umum bahkan kendaraan pribadi bagi yang memiliki motor/mobil. Jadi nikmat yang mana lagi yang hendak kita ingkari dengan mengkambinghitamkan SK Mutasi? Yakinkah kita bahwa kepindahan kita akan memberi kesulitan dan penderitaan buat kita, atau mungkin malah sebaliknya akan memberi keindahan, kemudahan, kebaikan, kebahagiaan, serta keberkahan buat kita dan orang-orang yang kita cintai?

Masih pantaskah kita menganggap mutasi adalah sebuah musibah setelah berjuta nikmat yang diberikan kepada kita selama ini. Jadi sikapilah Mutasi dengan bijak dan terimalah dengan ikhlas karena tidak semua yang kita inginkan dapat kita peroleh. Jika kamu tidak bisa memiliki pekerjaan yang engkau cintai, maka cintailah perkerjaan yang kamu miliki sekarang. Semoga keikhlasan kita menerima setiap ketentuan Allah akan mendatangkan keridlaanNya, sehingga menjadi keberkahan buat kita dan keluarga kita. Aamiin….

*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi dimana penulis bekerja.