Momen Perbaikan, Momen Reformasi

Oleh: Devie Koerniawan, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Ramadan. Di bulan ini, setiap insan muslim dituntut untuk meninjau ulang standar keimanan yang telah menurun di sebelas bulan selepas Ramadan lalu. Di bulan ini, umat Islam diminta untuk merapikan kembali kedisiplinan amal yang sempat tereduksi akibat kesibukan dunia. Mengembalikan kembali ketepat-waktuan memenuhi panggilan salat lima waktu. Menguatkan kembali kebiasaan sedekah yang dulu pernah rutin. Mengunjungi kembali mushaf yang sempat terlantar. Merekatkan kembali silaturahim yang sempat kendur. Membiasakan lagi zikir yang pernah rajin membasahi bibir.

Ramadan. Selepas bulan ini setiap muslim dicita-citakan untuk memiliki perilaku yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Begitu juga dengan target Ramadan tahun depan. Seorang muslim harus lebih bertakwa dari tahun sebelumnya, lebih bersabar, lebih peduli kepada sekelilingnya, lebih berkasih sayang dengan sesamanya, lebih mencintai saudara dan lingkungannya, dan lebih mulia akhlaknya.

Reformasi. Tak hanya sekali Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan reformasi. Seperti halnya puasa, DJP secara berkala melakukan self recharging demi menjadi sebuah institusi yang lebih baik dalam menjawab tantangan dunia usaha, kebutuhan negara dan kemajuan teknologi. Bagi DJP, reformasi adalah sebuah keniscayaan. Sejak memasuki Abad 21, sudah dua jilid reformasi diterbitkan oleh DJP. Jilid pertama dilaksanakan tak jauh setelah Reformasi Birokrasi digulirkan pada Tahun 2000-2001. Reformasi yang menitikberatkan pada modernisasi administrasi, amandemen undang-undang serta intensifikasi dan ekstensifikasi ini berlangsung dari tahun 2000 sampai 2008. Reformasi jilid kedua, berlangsung dari tahun 2009 sampai tahun 2014 dengan salah satu targetnya berupa peningkatan sistem kontrol internal DJP.

Tak terasa Reformasi Jilid III sudah menunggu kita untuk beraksi. Momen Amnesti Pajak dipilih menjadi momen awal peningkatan kapasitas institusi besar ini. Tahapan-tahapan pekerjaan sudah dituliskan dalam sebuah cetak biru. Target-target sudah ditetapkan dengan Tahun 2020 sebagai garis finis paket reformasi ini. Tak tanggung-tanggung, reformasi perpajakan jilid ini menyasar lima pilar DJP. Perbaikan menyeluruh ditargetkan menyentuh pilar Organisasi, Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi dan Basis Data, Proses Bisnis serta Peraturan Perundang-Undangan.

Bila menjadi lebih bertakwa adalah target yang harus diusahakan setiap muslim sampai Ramadan usai, maka menjadi institusi yang lebih kuat, kredibel, dan akuntabel adalah target yang patut kita usahakan bersama sampai saat lebaran reformasi itu datang.

Selamat berpuasa. (*)

*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan bukan cerminan sikap instansi dimana penulis bekerja. Ditulis ulang dari pengarahan Ketua Tim Reformasi Perpajakan, Suryo Utomo, dalam acara Penganugerahan Pemenang Lomba Artikel Jurnalistik Reformasi Perpajakan, dengan beberapa penyesuaian.