Makna Penting Wajib Pajak bagi Direktorat Jenderal Pajak

Makna Penting Wajib Pajak bagi Direktorat Jenderal Pajak oleh: Aditya Wibisono

Oleh: Aditya Wibisono, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Dalam Peta Strategi Direktorat Jenderal Pajak, Wajib Pajak merupakan bagian dari perspektif pelanggan (customer) dengan Sasaran Strategis Pemenuhan Layanan Publik dan Kepatuhan Wajib Pajak yang tinggi. Tidak terkecuali untuk Kanwil DJP Wajib Pajak Besar dimana tingkat kepuasan yang tinggi atas layanan perpajakan juga menjadi salah satu sasaran strategisnya. Dengan demikian, wajib pajak memiliki peranan yang tinggi untuk pencapaian sasaran strategis yang tertinggi di perspektif stakeholder (stakeholder perspective) yaitu penerimaan pajak negara yang Optimal karena tanpa peran serta wajib pajak secara aktif, tujuan tersebut tidak akan tercapai.

Di tahun 2016 lalu, Kanwil DJP Wajib Pajak Besar berhasil mencapai 101,4% dari komitment target yang ditetapkan atau 84,64% dari target penerimaan pajak yang dibebankan sebesar Rp. 412,249.69 triliun. Pencapaian tersebut membuat Kanwil DJP Wajib Pajak Besar memiliki peranan lebih dari 30% (31,53%) dari total penerimaan pajak. Tahun 2017 ini, Kanwil DJP Wajib Pajak Besar mendapatkan amanah sebesar Rp.405,7 triliun sehingga peran wajib pajak secara aktif dalam melaksanakan kewajiban perpajakan dengan baik sangat penting dan diharapkan.

Mengingat peran wajib pajak yang sangat besar untuk pencapaian tujuan dan target Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, kegiatan untuk memberikan apresiasi kepada para wajib pajak yang datang ke Kanwil DJP Wajib Pajak Besar dan KPP yang berada di lingkungan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar ini menjadi sangat penting dan bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional, tanggal 4 September 2017.

        Kegiatan Peringatan Hari Pelanggan Nasional Tahun 2017 oleh Kanwil dan KPP Wajib Pajak Besar ini adalah:

  1. Memberikan apresiasi kepada para wajib pajak yang datang ke KPP di lingkungan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar;
  2. Membuat para wajib pajak merasa dihargai atas peran sertanya dalam ikut membangun bangsa dan negara;
  3. Meningkatkan kepatuhan wajib pajak secara sukarela karena para wajib pajak merasa dihargai dan menumbuhkan rasa bangga bagi para wajib pajak yang telah melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya dengan baik.

Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan ini:

  1. Meningkatkan kepatuhan sukarela wajib pajak untuk melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya dengan lebih baik
  2. Menumbuhkan rasa bangga kepada para wajib pajak karena turut serta dalam membangun bangsa dan negara melalui partisipasinya dalam membayar pajak.

Wajib Pajak sangat penting peranannya dalam pencapaian tujuan Direktorat Jenderal Pajak dalam mencapai visinya yaitu menjadi institusi penghimpun penerimaan negara yang terbaik demi menjamin kedaulatan dan kemandirian negara sehingga perlu diapresiasi. Bayangkan jika seluruh unit kerja di lingkungan DJP dari Sabang sampai Merauke juga bisa melakukan kegiatan yang sama. Secara tidak langsung, hal ini akan meningkatkan kebanggan para wajib pajak yang telah berperan serta membayar pajak.

Kegiatan ini juga bisa menjadi cerita dari mulut ke mulut sehingga seluruh wajib pajak yang belum patuh dapat tergerak untuk segera melaksanakan hak dan kewajibannya. Mungkin kita harus ingat kalau masih banyak wajib pajak yang belum tergerak membayar pajak karena mereka tidak tahu atau tidak mau karena merasa tidak mendapatkan manfaat langsung dari uang yang mereka bayarkan dalam bentuk pajak.

Hal-hal sederhana inilah yang mungkin bisa membuat wajib pajak sadar bahwa peran mereka sangat dibutuhkan dan lebih jauh lagi, mereka merasa diapresiasi atas peran sertanya. Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan kepatuhan sukarela dan partisipasi para wajib pajak untuk lebih aktif lagi membayar pajak demi kemandirian bangsa dan negara di masa depan. #Pajakkitauntukkita (*)

*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi dimana penulis bekerja.