2.3.3.2.3. Tata Cara Pengisian SSP

Anda sebagai WP yang membayar PPh Final sebesar 1% sesuai PP Nomor 46 tahun 2013 dengan menggunakan SSP mengisi SSP sesuai ketentuan di Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-38/PJ/2009 yang terdiri dari
a. Identitas WP (NPWP, Nama WP, Alamat)
b. Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran (MAP:411128 KJS:420)
c. Uraian pembayaran
d. Masa pajak dan tahun pajak
e. Jumlah pembayaran dan terbilang
f. Tanggal penyetoran
g. Nama dan tanda tangan penyetor

Informasi Lebih Lanjut
Pasal 2 PER-38/PJ/2009 s.t.d.d. PER-24/PJ/2013
1. Bentuk dan isi formulir SSP adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.
2. Formulir SSP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat dalam rangkap 4 (empat), dengan peruntukan sebagai berikut:
lembar ke-1:untuk arsip Wajib Pajak;
lembar ke-2:untuk Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
lembar ke-3:untuk dilaporkan oleh Wajib Pajak ke KPP
lembar ke-4:untuk arsip Kantor Penerima Pembayaran.
3. Dalam hal diperlukan, SSP dapat dibuat dalam rangkap 5 (lima) dengan peruntukan lembar ke-5 untuk arsip Wajib Pungut atau pihak lain sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
4. Tata cara pengisian formulir SSP dilakukan berdasarkan Petunjuk Pengisian SSP sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.
5. Pengisian Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran dalam formulir SSP dilakukan berdasarkan Tabel Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.

Segmentasi: 
Proses: