2.2.2.3. Penentuan Peredaran Bruto

Peredaran bruto untuk Wajib Pajak Badan yang dikenakan PPh Final 1% sesuai PP Nomor 46 tahun 2013 adalah peredaran dari usaha seluruhnya termasuk dari usaha cabang apabila masih dibawah Rp 4,8 miliar namun tidak termasuk penghasilan yang diterima dari luar negeri, penghasilan yang telah dikenakan PPh Final sesuai UU perpajakan tersendiri dan penghasilan yang dikecualikan sebagai objek pajak.

Apabila dalam suatu tahun pajak peredaran Wajib Pajak Badan telah melebihi Rp 4,8 miliar maka kewajiban membayar PPh Final 1% tetap berlanjut sampai akhir tahun, baru kemudian tahun berikutnya tidak dikenakan PPh 1% sesuai PP 46 tahun 2013 (menggunakan ketentuan UU PPh).

Untuk Wajib Pajak Badan yang baru beroperasi penentuan peredaran bruto adalah dalam jangka waktu satu tahun setelah beroperasi secara komersial. Contoh : Wajib Pajak Badan baru mulai beroperasi secara komersial bulan Juni 2014 maka peredaran bruto dihitung sejak Juni 2014 s.d. Mei 2015.

Segmentasi: 
Proses: