1.2.2.4.1. Tarif PPh

Pengenaan tarif Pajak Penghasilan bersifat progresif yang artinya semakin tinggi penghasilan yang Anda terima atau peroleh, maka akan dikenakan lapis tarif lebih tinggi.

Adapun rincian tarif dimaksud adalah sebagai berikut:

Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif

sampai dengan Rp50.000.000,00 5%

di atas Rp50.000.000,00 s/d Rp250.000.000,00 15%

di atas Rp250.000.000,00 s/d Rp500.000.000,00 25%

di atas Rp500.000.000,00 30%

Dalam menerapkan tarif pajak, jumlah Penghasilan Kena Pajak (PKP) dibulatkan ke bawah dalam ribuan rupiah penuh.

Misalnya PKP sebesar Rp 2.500.750 dibulatkan menjadi Rp 2.500.000.

Contoh Perhitungan :

1. Pajak yang terutang untuk PKP sebesar Rp 45.000.000 :

5% x Rp 45.000.000 = Rp 2.250.000

2. Pajak yang terutang untuk PKP sebesar Rp 90.000.000 :

5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000

15% x Rp 40.000.000 = Rp 6.000.000

Rp 2.500.000 + Rp 6.000.000 = Rp 8.500.000

3. Pajak yang terutang untuk PKP sebesar Rp 300.000.000 :

5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000

15% x Rp 200.000.000 = Rp 30.000.000

25% x Rp 50.000.000 = Rp 12.500.000

Rp 2.500.000 + Rp 30.000.000 + Rp 12.500.000 = Rp 45.000.000

4. Pajak yang terutang untuk PKP sebesar Rp 600.000.000 :

5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000

15% x Rp 200.000.000 = Rp 30.000.000

25% x Rp 250.000.000 = Rp 62.500.000

30% x Rp 100.000.000 = Rp 30.000.000

Rp 2.500.000 + Rp 30.000.000 + Rp 62.500.000 + Rp 30.000.000 = Rp 125.000.000

Proses: