1.1.5.1.3. Pemotong PPh Pasal 4 ayat (2)

PPh Pasal 4 ayat(2) dikenakan atas penghasilan yang dibayarkan oleh Orang pribadi atau badan yang menerima atau memperoleh penghasilan dari persewaan tanah dan/atau bangunan berupa tanah, rumah, rumah susun, partemen, kondominium, gedung perkantoran, rumah kantor, toko, rumah toko, gudang dan industri wajib membayar sendiri Pajak Penghasilan yang terutang atau dipotong oleh penyewa yang bertindak sebagai Pemotong Pajak.

Penyewa yang bertindak sebagai pemotong pajak adalah :

  1. Badan pemerintah, Subjek Pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, kerjasama operasi, perwakilan perusahaan luar negeri lainnya
  2. Wajib Pajak Orang Pribadi dalam negeri yang ditunjuk sebagai pemotong PPh Pasal 4 ayat(2), yaitu :
    1. Akuntan, arsitek, dokter, Notaris, Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) kecuali PPAT tersebut adalah Camat, pengacara, dan konsultan, yang melakukan pekerjaan bebas.
    2. Orang pribadi yang menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan;

Apabila penyewa adalah orang pribadi Penghasilan yang tidak ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pajak atau bukan Subjek Pajak, maka atas Pajak Penghasilan yang terutang wajib dibayar sendiri oleh pihak yang menyewakan