1.1.4.3.2. Penghitungan PPh terutang

Bagi anda WP Orang Pribadi yang melakukan usaha/pekerjaan bebas yang melakukan pembukuan dapat melakukan penghitungan PPh terutang di SPT Tahunan dengan menghitung Penghasilan Kena Pajak yaitu penghasilan neto dari pembukuan dikurangi PTKP, kemudian mengalikan dengan tarif pajak sesuai ketentuan undang undang.

Contoh :

Tn. Joko mempunyai usaha jual beli mebel, telah berkeluarga dengan 3 orang anak yang menjadi tanggungan, dan melakukan pembukuan, selama tahun 2014 PPh pasal 25 yang sudah dibayarakan Tn. Joko sebesar Rp 300.000.000.

Penghitungan PPh terutangnya adalah :

Peredaran usaha 5.000.000.000

HPP (3.000.000.000)

Biaya usaha lainnya (500.000.000)

Penghasilan Neto 1.500.000.000

PTKP (K/3) (32.400.000)

Penghasilan kena pajak 1.467.600.000

PPh terutang

5% x 50.000.000 = 2.500.000

15% x 200.000.000 = 30.000.000

25 % x 250.000.000 = 62.500.000

30% x 967.600.000 = 290.280.000

PPh terutang 385.280.000

Kredit pajak PPh pasal 25 (300.000.000)

PPh yang harus dibayar Tn. Joko 85.280.000

Bagi anda WP Orang Pribadi yang melakukan usaha/pekerjaan bebas yang tidak melakukan pembukuan dapat melakukan penghitungan PPh terutang di SPT Tahunan dengan menghitung Penghasilan Kena Pajak yaitu penghasilan neto dari norma penghitungan penghasilan neto, kemudian mengalikan dengan tarif pajak sesuai ketentuan undang undang.

Contoh :

Tn. Jusuf mempunyai pekerjaan bebas sebagai pengacara di Jakarta, telah berkeluarga dengan 3 orang anak yang menjadi tanggungan, dan tidak melakukan pembukuan, selama tahun 2014 PPh pasal 25 yang sudah dibayarakan Tn. Jusuf sebesar Rp 20.000.000. Penghitungan PPh terutangnya adalah :

Peredaran bruto 500.000.000

Norma penghitungan 50% 250.000.000

Penghasilan neto (perkiraan) 250.000.000

PTKP (K/3) (32.400.000)

Penghasilan kena pajak 217.600.000

PPh terutang

5% x 50.000.000 = 2.500.000

15% x 167.600.000 = 25.140.000  

PPh terutang 27.640.000

Kredit PPh pasal 25 ( 20.000.000)

PPh yang harus dibayar Tn. Jusuf 7.640.000

Proses: