Senin, 6 Mei 2013 - 15:35

Koperasi merupakan lembaga perantara keuangan (dalam bentuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Koeprasi Syariah (BMT)) yang sedang berkembang pesat di wilayah Kabupaten Lampung Timur. Realisasi penerimaan pajak di KPP Pratama Metro dari sektor Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) Perantara Keuangan mencapai Rp 44.478.998.628 (34,48%) dari Rp. 129.008.731.749 (Realisasi penerimaan keseluruhan KLU) per tanggal 16 Apri 2013.
Mengingat kondisi target penerimaan pajak yang tiap tahun selalu meningkat, KPP Pratama Metro dituntut agar bisa mencari Wajib Pajak baru yang dapat menghasilkan fresh money untuk mendongkrak penerimaan pajak. Tercatat ada sekitar 486 Koperasi terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM, melihat angka jumlah Koperasi yang cukup banyak, maka hal ini merupakan suatu potensi penerimaan yang dapat digali oleh KPP Pratama Metro, melalui KP2KP Sukadana yang berfungsi salah satunya adalah melaksanakan pencarian data potensial dalam rangka intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan.
Pada hari Selasa tanggal 30 April 2013 bertempat di Aula Hotel Yestoya, KP2KP Sukadana bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM mengadakan kegiatan Sosialisasi Perpajakan Koperasi dan Ngisi Bareng SPT Tahunan. Sosialisasi dihadiri oleh Bapak Dadang (Dinas Koperasi dan UMKM), Bapak Mujiono (Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Daerah Lampung Timur), 18 Koperasi dan Kepala KP2KP Sukadana mewakili KPP Pratama Metro serta perwakilan Tim Penyuluh KPP Pratama Metro.
Penyampaian Materi dibagi menjadi 2 sesi, dalam sesi pertama Kepala KP2KP Sukadana (Prasetyo Aji) menyampaikan materi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP 2013), dilanjutkan dengan Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi I (Meidiantoni) menyampaikan Kewajiban Perpajakan Koperasi secara umum.
Ketika dilanjutkan dengan sesi kedua oleh Account Representative Seksi Pengawasan dan Konsultasi I (Faisal Lindita Ardi, Edye Sunyoto, Aswin Bintara) menyampaikan PPh Pasal 21, PPh Potput & PPh Lainnya dan Ngisi Bareng SPT Tahunan, peserta terlihat interaktif dengan adanya beberapa pertanyaan yang tanyakan oleh peserta yaitu “Apakah bunga simpanan koperasi dikenakan pajak ?”, Apakah SHU Koperasi dikenakan Pajak ?”, Apakah Jasa Keuangan Koperasi dikenakan PPN ?”. Dan ketika masuk dalam tahap Ngisi Bareng SPT Tahunan Badan, peserta terlihat lebih interaktif dengan mempertanyakan “Fasilitas yang diperoleh apabila Peredaran Usaha dibawah Rp 50.000.000.000 ?”, Apakah akan timbul permasalahan apabila penyusutan komersial berbeda dengan penyusutan fiskal ?”.
Dengan diadakannya kegaitan ini diharapkan Koperasi dapat mengerti kewajiban perpajakannya dan bisa menerapkan peraturan perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga dapat meminimalisir potensial loss penerimaan pajak dari KLU perantara keuangan.

Komentar