Oleh Wiyoso Hadi, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Pajak bersifat dinamis. Karena kedinamisannya itu selalu ada hal-hal baru yang dapat digali dan diungkapkan dari pajak. Sayangnya banyak sisi wajah pajak yang belum terungkapkan oleh media massa.
Artikel
Antara Wartawan dan Pajak, Tak Kenal maka Tak Sayang
Oleh Wiyoso Hadi, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Target penerimaan pajak 2012 takkan tercapai jika tidak ada dukungan dari wartawan. Dengan adanya kerjasama antara wartawan dan aparat pajak, diharapkan kedua belah pihak dapat lebih saling kenal, saling memahami, dan saling berbagi dalam kerjasama yang lebih harmonis dan optimal.
7 Tips Penulisan Liputan Pajak yang Catchy
Oleh Wiyoso Hadi, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Agar lebih baik lagi membuat berita-berita reportase tentang kegiatan-kegiatan KPP dan Kanwil, maka perlu disosialisasikan tentang tips-tips membuat berita-berita reportase yang catchy atau menarik agar dibaca dengan antusias tinggi oleh masyarakat luas. Paling tidak ada 7 tips sederhana bagaimana membuat berita yang catchy.
Apa yang dicari Wartawan dari Pajak?
Oleh Wiyoso Hadi, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Mengapa wartawan yang sudah diundang dalam acara-acara terkait pajak namun beritanya tidak sepenuhnya seperti yang diharapkan? Perlu dipetakan dulu apa yang menjadi daya tarik bagi wartawan terkait isu-isu pajak, dan sebagai timbal baliknya, pajak dapat diberitakan oleh wartawan secara lebih utuh dan baik.
Tax And The Power Of Dreams
Written by Andy Zulfikar, Directorate General of Taxes Employee
Indonesia is a big country, no one will deny it. A big country of many natural resources and a beauty of archipelago. In the past, there were many countries came to Indonesia tried to robber our freedom and also our natural resources. The Indonesian history was fulfilled by story of heroism of our heroes. We have to learn and apply their spirit.
Satria Pajak versus Zombie Korupsi
Oleh Dhimas Wisnu Mahendra, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Ini adalah sejumput kilas balik, hanya beberapa minggu sebelum tiba masa suram yang muram, menyeramkan. Tersebutlah sebuah negara yang semestinya berjaya. Tanahnya luas, hasil buminya kaya, negeri elok, indah, subur dan makmur, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerta raharja, begitu sabda konon caritera. Negara bernama Medang Kamulyan itu diperintah seorang raja muda bernama Dewata Cengkar.
