Sosok: Early Bird SPT Tahunan Seorang Pianist

Wajib Pajak mendapatkan souvenir sebagai bentuk apresiasi dari KP2KP Sendawar

Oleh: Adhimas Putro Prasetyo, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Early bird adalah sebuah filosofi tentang burung yang apabila bangun lebih pagi maka ia akan mendapatkan cacing yang lebih banyak, idiom ini seringkali digunakan dalam konteks pembelian tiket dan diasosiasikan dengan diskon, tapi sesungguhnya idiom ini berlaku dalam segala hal, termasuk penyampaian SPT Tahunan, dengan menyampaikan SPT Tahunan lebih awal tentunya banyak keuntungan, diantaranya suasana masih lega terutama apabila membutuhkan bimbingan dan konsultasi dapat lebih intens, serta apabila SPT Tahunan telah disampaikan tentunya wajib pajak dapat lebih fokus ke usahanya dan lebih nyenyak tidurnya.

Selang waktu dua jam setelah Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Sendawar membuka layanan mengawali tahun 2018, tepatnya Selasa tanggal 2 Januari tahun 2018 pukul 10.00 WITA, seorang wajib pajak datang untuk konsultasi pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 tahun Pajak 2017, seolah sudah tidak sabar untuk segera menyampaikan SPT Tahunan pertamanya, dan seperti sudah menanti datangnya mentari Januari. Dengan membawa data pendukung yang lengkap wajib pajak itu dibimbing oleh petugas konsultasi KP2KP Sendawar yaitu Adhimas Putro Prasetyo dalam pengisian formulir SPT Tahunan, serta ada sejumlah pajak yang masih harus dibayar sehingga sekaligus dibimbing pembuatan kode billing dan kemudian langsung dibayar oleh wajib pajak, sehingga SPT Tahunan lengkap dan diterbitkan bukti penerimaan SPT Tahunan.

Wajib pajak tersebut adalah Yepta Edi Kurniawan, seorang pianist muda yang sedang merintis usaha les privat piano dan persewaan alat musik Yepta Music Studio di Jalan Gajahmada, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, yang menarik adalah, pemuda siswa Purwacaraka Music Studio ini sadar bahwa untuk menekuni usahanya secara profesional dan meraih kesuksesan perlu tertib administrasi dalam pengelolaan termasuk administrasi perpajakannya, sehingga dalam penyampaian SPT Tahunan pertamanya dilakukan segera dan prosesnya dilalui sebagai pembelajaran, semua itu dilakukan dengan sukarela dan sukacita, penuh kesadaran bahwa pajak sebagai bagian dari kelangsungan usahanya. Sehingga sejak awal mendaftarkan diri dan memperoleh NPWP Yepta secara pro aktif menyimak sosialisasi terutama dari sosial media serta dialog interaktif di radio yang kami selenggarakan di RRI Sendawar dan Sendawar FM, Yepta berharap SPT Tahunan pertamanya ini menjadi awalan yang baik dalam pemenuhan kewajiban perpajakannya.

Spirit Yepta ini memberi sinyal positif bahwa masyarakat yang sadar dan peduli pajak dapat kita bangun dari generasi muda melalui pemahaman tentang pajak bukan hanya sebagai kewajiban warga negara, tetapi pajak sebagai kebutuhan kita, bagian tak terpisahkan dari kelangsungan usaha, tulang punggung penyelenggaraan pembangunan dan kemandirian bangsa. Semoga spirit Yepta menginspirasi wajib pajak di seluruh negeri, dan melipatgandakan motivasi serta tambahan energi bagi fiskus dalam melayani dan menghimpun dana untuk tanah air tercinta.(*)

*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi di mana penulis bekerja.