Dessy Eka Putri, Laskar Pajak Wanita yang Luar Biasa

Dessy Eka Putri, Laskar Pajak Wanita yang Luar Biasa

Oleh: Anisa Ayuningsih, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Tak banyak wanita yang berkarir dan menempati jajaran elit pengaman pundi-pundi kas negara. Ternyata salah satu di antaranya adalah adalah Dessy Eka Putri, wanita kelahiran Pekanbaru Riau pada Juni 1970.

Dessy mencatatkan diri dalam sejarah Direktorat Jenderal Pajak sebagai kepala Kantor pelayanan pajak wanita pertama yang mencapai target penerimaan pajak tertinggi yaitu 144,89%. Sungguh merupakan sebuah prestasi yang luar biasa dari seorang laskar pajak wanita yang menjabat sebagai Kepala KPP Pratama Cikarang Selatan.

Prestasi wanita dengan dua orang putri yang sekaligus hobi menyanyi teserbut sebenarnya bisa dilihat dari rekam jejaknya. Sarjana Pertanian lulusan 1994 dari Institut Pertanian Bogor ini pertama kali menjabat sebagai kepala kantor pada 2010 sebagai Kepala KPP Pratama Bintan. KPP Pratama Bintan dibawanya menjadi ranking 1 dalam capaian penerimaan pajak se-Kanwil DJP Riau dan Kepri.

Pada 2011-2013, Dessy diserahi tugas sebagai kepala KPP Pratama Sumedang. Tak tanggung-tanggung, selama menjabat sebagai kepala KPP Pratama Sumedang, wanita yang mendapatkan gelar Master of Taxation dari University Of Denver, Amerika ini membawa kantornya meraih peringkat pertama dalam capaian penerimaan pajak se-Kanwil DJP Jabar I selama dua tahun berturut-turut.

Pada 2013-2016, Dessy menjabat sebagai Kepala KPP Pratama Purwakarta. Kemudian setelah 2016, ia di beri amanah untuk memimpin KPP Pratama Cikarang Selatan. Wanita yang berpenampilan bersahaja dan hangat ini membawa KPP Cikarang Selatan mencapai rangking 1 capaian penerimaan se-Kanwil DJP Jawa Barat II. Puncaknya adalah pada 2017 yang baru saja berakhir, KPP Pratama Cikarang Selatan dibawanya menduduki rangking 1 secara nasional dalam capaian target penerimaan pajak.

Selain ulet dan tangguh, Dessy juga banyak membuat gebrakan progresif. Ia mampu membangun teamwork yang baik di dalam kantor maupun antar KPP, terutama dalam hal pertukaran data dan/atau informasi. Dessy juga mampu membuat sistem pengawasan untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan sudah dilaksanakan dengan baik terutama dalam hal penggalian potensi wajib pajak. Tidak hanya itu, ia juga mampu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder terutama yang berhubungan dengan penggalian potensi pajak. Sebagaimana para pemimpin luar biasa lainnya, komunikasi memang menjadi penekanan penting dalam manajemen sebuah organisasi.

Dessy, dengan segala kemampuan baik softskill maupun hardskill tersebut, mampu mengantarkannya menjadi seorang laskar pajak wanita yang luar biasa. Sungguh sebuah perjalanan hidup yang mampu memotivasi seluruh pegawai wanita di Indonesia dan di Direktorat Jenderal Pajak khususnya untuk terus maju tanpa harus melupakan fitrah sebagai seorang istri maupun ibu.

Ketika ditanya tentang harapan kepada DJP, Dessy menjawab agar manajemen pengelolaan Sumber Daya Manusia di DJP lebih ditingkatkan. “DJP harus bisa meng-uwongke para pegawainya,” ujarnya tersenyum.(*)

*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi di mana penulis bekerja.